Kanal

Hamzah Sheeraz Rebut Gelar Lowong WBO Usai Hentikan Alem Begic di Mesir

Penulis: Hanif Rusli
24 Mei 2026, 11:28 WIB

Hamzah Sheeraz (kanan) memastikan kemenangan lewat pukulan keras ke arah tubuh lawannya pada menit 2:33 ronde kedua. (Foto: Fight TV)

Hamzah Sheeraz sukses merebut gelar dunia pertamanya setelah menghentikan Alem Begic pada ronde kedua untuk memenangkan sabuk lowong WBO kelas super middleweight.

Petinju asal London Timur berusia 26 tahun itu tampil dominan sejak awal laga di Piramida Giza, Mesir, Sabtu (23/5) waktu setempat, sebelum memastikan kemenangan lewat pukulan keras ke arah tubuh lawannya pada menit 2:33 ronde kedua.

Begic yang berasal dari Munich, Jerman, tampak kesulitan menghadapi agresivitas Sheeraz sejak ronde pertama.

Dengan keunggulan postur dan jangkauan, Hamzah Sheeraz terus menekan menggunakan jab keras sebelum membuka serangan dengan kombinasi hook kiri pada ronde kedua.

Pukulan ke arah tubuh akhirnya menjadi penentu.

Saat Begic menutup pertahanan di bagian atas, Sheeraz melihat celah dan langsung melepaskan hook kiri ke tubuh yang membuat lawannya tertekuk kesakitan dan gagal bangkit sebelum hitungan wasit selesai.

Kemenangan itu membuat rekor Hamzah Sheeraz meningkat menjadi 23 kemenangan, satu kekalahan, dan satu hasil imbang, dengan 19 kemenangan diraih lewat knockout.

Sementara itu, Begic harus menerima kekalahan pertama dalam karier profesionalnya setelah sebelumnya mencatatkan 29 kemenangan dan satu hasil imbang.

Pertarungan tersebut menjadi bagian dari undercard duel kelas berat antara Oleksandr Usyk melawan Rico Verhoeven.

Namun penampilan Sheeraz justru menjadi salah satu sorotan utama setelah ia tampil sangat dominan dalam perebutan gelar dunia pertamanya.

Usai laga, Hamzah Sheeraz langsung mengarahkan pandangannya ke persaingan elite kelas super middleweight.

Ia bahkan membuka peluang menghadapi Saul “Canelo” Alvarez, mantan juara dunia tak terbantahkan di divisi tersebut.

“Saya melakukan apa yang memang harus saya lakukan malam ini. Sekarang saya sudah berada di panggung dunia dan saya menantang semua petinju kelas 168 pound,” kata Sheeraz.

Menurutnya, Begic mulai kehilangan kepercayaan diri setelah terkena pukulan pertama sehingga dirinya hanya perlu terus menekan hingga menemukan kesempatan untuk mengakhiri laga lebih cepat.

“Saya akan melawan siapa saja. Saya ingin mengumpulkan semua sabuk juara dan tahun depan saya yakin bisa menjadi juara dunia terpadu di divisi ini,” ujarnya.

Sheeraz juga memberikan penghormatan kepada Canelo yang dianggapnya sebagai salah satu petinju terbaik sepanjang masa.

“Jika Canelo memenangkan pertarungan berikutnya, maka semuanya tergantung dia. Saya percaya dia salah satu GOAT tinju dan bisa berbagi ring dengannya akan menjadi kehormatan,” lanjut Sheeraz.

Kemenangan atas Begic juga menjadi respons positif Sheeraz setelah sebelumnya bermain imbang melawan juara dunia WBC kelas menengah Carlos Adames pada percobaan perebutan gelar dunia tahun lalu.

Selain itu, duel ini menjadi pertarungan kedua Sheeraz bersama mantan juara dunia kelas menengah Andy Lee sebagai pelatih. Kolaborasi keduanya langsung membuahkan hasil cepat.

“Saya baru bekerja dengannya dalam dua pertarungan dan sekarang sudah menjadi juara dunia. Ini baru awal dari kemampuan saya,” kata Sheeraz.

Artikel Tag: Hamzah Sheeraz

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru