Kanal

Floyd Mayweather Batal Bertarung di Athena karena Sengketa Hukum

Penulis: Hanif Rusli
27 Jun 2026, 08:33 WIB

Floyd Mayweather (kiri) dan Mike Zambidis. (Foto: Fight TV)

Rencana laga ekshibisi antara Floyd Mayweather dan Mike Zambidis yang dijadwalkan berlangsung di Athena, Yunani, pada Sabtu (27/6), resmi dibatalkan menyusul sengketa hukum yang masih bergulir di pengadilan federal Amerika Serikat.

Pembatalan tersebut terungkap melalui dokumen pengadilan yang diajukan pada Kamis (25/6).

Sebelumnya, perusahaan penyelenggara acara CSI mengajukan gugatan terhadap Floyd Mayweather di Pengadilan Distrik Selatan New York atas dugaan pelanggaran kontrak.

Bersamaan dengan gugatan itu, CSI juga meminta pengadilan mengeluarkan perintah darurat untuk menghentikan penyelenggaraan pertarungan.

Pengacara CSI, Melissa Glass, menyatakan bahwa ketidakpastian hukum membuat seluruh proses promosi dan distribusi acara berhenti sehingga pertandingan tidak mungkin lagi digelar sesuai jadwal.

"Karena permohonan penggugat masih menunggu putusan, pertandingan Mayweather melawan Zambidis tidak akan berlangsung di Athena sesuai rencana pada Sabtu malam," tulis Glass dalam surat kepada pengadilan.

Ia menambahkan bahwa gugatan yang diajukan CSI beserta ancaman hukum di Amerika Serikat maupun Yunani telah menghentikan promosi, distribusi, serta penjualan tiket untuk laga tersebut.

Meski demikian, Glass menyebut duel itu masih berpeluang dijadwalkan ulang apabila hasil putusan pengadilan memungkinkan.

Di sisi lain, pengacara CSI, Judd Burstein, meminta Hakim Distrik Vernon S. Broderick tetap mengabulkan permohonan perintah darurat.

Menurutnya, langkah itu diperlukan agar Floyd Mayweather tidak menandatangani kontrak pertarungan lain sebelum sidang terkait permohonan putusan sementara digelar.

Namun, Hakim Broderick menilai alasan mengenai potensi kerugian yang tidak dapat diperbaiki menjadi kurang jelas setelah pertandingan resmi dibatalkan.

Karena itu, ia memutuskan menunda putusan atas permohonan tersebut hingga mendengar pandangan kedua belah pihak mengenai perlunya keputusan segera serta jadwal proses hukum berikutnya.

Broderick juga menawarkan pertemuan dengan kuasa hukum CSI dan Mayweather pada awal pekan depan.

Dokumen pengadilan sebelumnya mengungkapkan bahwa Ticketmaster telah menghentikan penjualan tiket sejak Maret.

Sementara itu, DAZN yang sempat diproyeksikan menjadi pemegang hak siar memilih menunggu hasil proses hukum sebelum memutuskan menayangkan pertandingan tersebut.

Promotor Front Row, Keane Anis, mengatakan pihaknya sebenarnya siap menggelar acara apabila persoalan hukum selesai jauh sebelum hari pertandingan. Namun, situasi yang terus berubah membuat laga tersebut tidak lagi layak secara komersial maupun operasional.

Anis mengklaim Front Row telah mengeluarkan atau mengikat komitmen dana sekitar 7 juta dolar AS untuk penyelenggaraan acara, termasuk pembayaran sebesar 3 juta dolar AS kepada Mayweather serta biaya perjalanan timnya.

Berdasarkan dokumen tersebut, Floyd Mayweather juga berpotensi memperoleh sedikitnya 10 juta dolar AS dari berbagai kesepakatan yang berkaitan dengan duel tersebut.

Sementara itu, manajer Mayweather, Walter Jordan, menyebut kliennya telah mengeluarkan dana pribadi sebesar 250.000 dolar AS untuk menjalani pemusatan latihan.

Biaya tersebut dipastikan tidak dapat dipulihkan setelah pertarungan dibatalkan. Apabila pengadilan tetap mengabulkan permohonan perintah darurat, tim hukum Mayweather meminta CSI menyerahkan jaminan senilai 15 juta dolar AS.

Artikel Tag: floyd mayweather

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru