Bukan Nama Besar, Ini Pilihan Shakur Stevenson untuk Petinju Terunderrated
Shakur Stevenson
Berita Tinju - Shakur Stevenson terus memperkuat statusnya sebagai salah satu petinju terbaik generasi sekarang. Setelah menjadi juara dunia di kelas bulu, kelas bulu super dan kelas ringan, Stevenson baru saja menambah gelar di kelas welter junior dengan mengalahkan Teofimo Lopez.
Kemenangan atas Lopez menjadi salah satu penampilan terbaik dalam karier Stevenson. Ia mendominasi pertarungan untuk merebut gelar WBO dan Ring Magazine kelas welter junior.
Setelah kemenangan tersebut, Stevenson menandatangani kontrak promosi dengan Zuffa Boxing dan mulai dikaitkan dengan pertarungan melawan Devin Haney. Namun, di tengah pembicaraan mengenai masa depannya, Stevenson justru memberikan penghormatan kepada salah satu mantan rival Lopez dan Haney.
Dalam podcast Ball in the Family, Stevenson diminta memilih petinju paling underrated sepanjang masa. Jawabannya adalah Vasiliy Lomachenko.
“Mungkin Lomachenko adalah petinju paling underrated sepanjang masa. Menurut saya, dia kurang dihargai karena bertarung di luar kelas berat alaminya.”
Stevenson menilai Lomachenko sebenarnya lebih cocok bertarung di kelas bulu, tetapi memilih menghadapi lawan yang secara fisik lebih besar ketika naik ke kelas ringan.
“Dia bertarung di kelas 135 pon, padahal menurut saya dia sebenarnya petinju kelas 126 pon. Orang orang kemudian meremehkannya karena dia kalah dalam pertarungan besar melawan petinju yang lebih besar.”
Pernyataan Shakur Stevenson menarik karena Lomachenko memang mengalami dua kekalahan penting di kelas ringan. Ia kalah angka dari Teofimo Lopez pada 2020 dan kemudian kembali kehilangan keputusan juri ketika menghadapi Devin Haney pada 2023.
Namun, Stevenson menilai dua kekalahan tersebut tidak seharusnya menghapus pencapaian Lomachenko. Ia bahkan berpendapat bahwa petinju asal Ukraina tersebut seharusnya mendapatkan lawan dengan ukuran tubuh yang lebih mendekati dirinya.
“Dia seharusnya bertarung melawan petinju seperti Naoya Inoue, bukan Teofimo, Devin dan petinju petinju seperti itu. Itu yang membuat saya menganggapnya underrated.”
Sebelum menjadi petinju profesional, Lomachenko sudah membangun reputasi luar biasa di level amatir. Ia mencatat rekor 396 kemenangan dan hanya satu kekalahan, kemudian memenangkan gelar dunia di tiga kelas berbeda sepanjang karier profesionalnya.
Menariknya, Lopez dan Haney kini sama sama telah naik ke kelas welter. Sementara itu, Lomachenko disebut tengah mempertimbangkan comeback dan berpotensi kembali bertarung di kelas bulu super.
Jika rencana tersebut terwujud, Lomachenko berpeluang menghadapi Charly Suarez sebelum mengejar pertarungan melawan Emanuel Navarrete. Bagi Shakur Stevenson, duel melawan lawan yang lebih sesuai ukuran tubuhnya bisa menjadi kesempatan bagi Lomachenko untuk kembali menunjukkan kualitas yang selama ini membuatnya dianggap sebagai salah satu petinju terbaik dunia.
Artikel Tag: Kelas Bulu, Kelas Welter Junior, Kelas Ringan, kelas bulu super, vasiliy lomachenko, Shakur Stevenson