Buka Peluang Unifikasi Gelar, Liam Paro Siap Tantang Ryan Garcia
Liam Paro dan Ryan Garcia
Berita Tinju - Juara dunia kelas welter IBF, Liam Paro, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk berhadapan dengan Ryan Garcia dalam duel unifikasi gelar. Langkah ini menjadi rute alternatif bagi Garcia yang sebelumnya membidik laga unifikasi melawan pemegang sabuk WBA, Teofimo Lopez.
Garcia sukses mempertahankan gelar WBC miliknya usai menghentikan perlawanan Conor Benn hanya dalam dua ronde bulan lalu. Usai kemenangan tersebut, Garcia langsung menyerukan duel unifikasi melawan Lopez. Namun, wacana tersebut tertahan lantaran pihak WBA memerintahkan Lopez untuk terlebih dahulu menjalani pertarungan wajib menghadapi Jack Catterall.
Melihat situasi Lopez yang berpotensi sibuk, Paro mengambil kesempatan untuk menawarkan duel unifikasi kepada Garcia. Petinju asal Australia tersebut mengonfirmasi rencananya untuk terlebih dahulu mempertahankan sabuk IBF pada akhir November atau awal Desember mendatang sebelum menghadapi Garcia pada awal 2027.
"Kami tidak akan tinggal diam. Saya ingin mempertahankan gelar pada akhir November atau awal Desember melawan petinju peringkat 15 besar, tetap aktif, dan mudah-mudahan bisa mendapatkan pertarungan melawan Garcia awal tahun depan," ujar Paro kepada Fox Sports.
Paro mengungkapkan ambisinya untuk membawa Garcia bertarung di Australia demi menciptakan sejarah sebagai laga unifikasi kelas welter pertama di tanah kelahirannya. Kendati demikian, petinju berusia 30 tahun tersebut juga tidak keberatan jika harus terbang ke Las Vegas.
"Saya ingin bertarung dengannya di sini, tetapi jika harus pergi ke Vegas... itu ada dalam daftar impian saya untuk menjadi partai utama di Vegas. Saya tidak keberatan bertanding di sana," tambah Paro.
Untuk pertarungan terdekatnya, Liam Paro diproyeksikan bakal menjalani laga pertahanan gelar wajib melawan petinju asal Irlandia, Paddy Donovan.
Artikel Tag: WBA, WBC, IBF, kelas welter, Unifikasi, Teofimo Lopez, Ryan Garcia, Liam Paro