Kanal

Ben Shalom Siapkan Jalan Comeback Martin Bakole Setelah Periode Sulit

Penulis: Hanif Rusli
24 Jan 2026, 04:28 WIB

Menariknya, meski tanpa kemenangan di 2025, posisi Martin Bakole di peringkat dunia masih cukup tinggi. (Foto: Fight TV)

Tahun 2025 bukanlah periode yang ideal bagi reputasi Martin Bakole sebagai “bogeyman” di divisi kelas berat.

Setelah tampil luar biasa dengan menghancurkan prospek unggulan Jared Anderson hanya dalam lima ronde brutal di BMO Stadium, Los Angeles, pada Agustus 2024, Bakole sejatinya berada di jalur untuk menjadi ancaman serius bagi elite kelas berat dunia.

Namun, ekspektasi itu tak terwujud. Pada Februari 2025, Martin Bakole harus menerima kekalahan KO ronde kedua dari Joseph Parker setelah tampil sebagai pengganti dadakan Daniel Dubois.

Tiga bulan berselang, performanya kembali menuai kritik ketika ia yang terlihat kurang bugar hanya mampu meraih hasil imbang 10 ronde dalam duel sesama Afrika melawan Efe Ajagba di Riyadh.

Sejak laga tersebut, petinju asal Republik Demokratik Kongo itu belum kembali naik ring.

Kondisi ini membuat promotornya, Ben Shalom, merasa frustrasi, meski ia menegaskan bahwa pihaknya masih berkomitmen penuh terhadap Bakole.

“Kami masih bekerja dengan Martin Bakole,” ujar Shalom. “Martin dan pelatihnya, Billy Nelson, akan menentukan langkah berikutnya. Tapi memang ada rasa frustrasi. Ada laga melawan Parker dan Ajagba, lalu kami sempat ditawari pertarungan melawan Filip Hrgovic pada Agustus, bahkan ada peluang melawan Moses Itauma. Martin mau melawan siapa saja, tetapi orang-orang di sekitarnya juga harus siap menerima pertarungan itu.”

Shalom percaya bahwa masalah utama Bakole bukanlah bakat. Menurutnya, persiapan dan kondisi fisik menjadi faktor krusial yang belum maksimal dalam dua laga terakhir.

“Saya yakin dia punya talenta untuk menjadi heavyweight terbaik di dunia. Tapi apakah persiapannya sudah ideal? Tidak. Mudah-mudahan kami segera membawa kabar baik,” katanya.

Menariknya, meski tanpa kemenangan di 2025, posisi Bakole di peringkat dunia masih cukup tinggi. Ia berada di peringkat 6 versi The Ring, peringkat 3 WBA, peringkat 5 IBF, dan peringkat 7 WBC.

Ini menunjukkan bahwa para penilai masih mengakui potensi besar yang ia miliki.

Ketika ditanya soal lawan berikutnya, Shalom menjawab singkat namun tegas: “Siapa saja. Saya ingin laga melawan Moses Itauma karena saya yakin Martin bisa mengalahkannya. Dengan kamp latihan yang tepat dan kondisi prima, dia bisa mengalahkan siapa pun.”

Kini, masa depan Martin Bakole bergantung pada satu hal utama: disiplin dan persiapan. Jika itu terpenuhi, jalan comeback sang “bogeyman” kelas berat masih terbuka lebar.

Artikel Tag: Martin Bakole, Joseph Parker, Kongo, riyadh, Arab Saudi

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru