Kanal

Abdullah Mason Buka Peluang Unifikasi Gelar Lawan Raymond Muratalla

Penulis: Hanif Rusli
25 Feb 2026, 04:12 WIB

Dengan rekor sempurna dan usia yang masih sangat muda, Abdullah Mason berada di jalur cepat menuju laga-laga unifikasi. (Foto: Fight TV)

Juara dunia kelas ringan versi WBO, Abdullah Mason, mengaku tertarik menjalani laga unifikasi melawan pemegang sabuk IBF, Raymond Muratalla.

Namun, duel tersebut tampaknya belum bisa terwujud dalam waktu dekat karena masing-masing memiliki agenda berbeda.

Abdullah Mason merebut gelar WBO setelah menang angka mutlak atas Sam Noakes pada 22 November di Riyadh, Arab Saudi.

Kemenangan tersebut mengukuhkan status petinju asal Cleveland, Ohio, itu sebagai salah satu bintang muda paling menjanjikan di divisi ringan.

Di kelas 135 pound saat ini, Muratalla menjadi satu-satunya juara dunia lain yang memegang sabuk utama.

Ia mempertahankan gelar IBF untuk pertama kalinya pada 24 Januari dengan mengalahkan Andy Cruz lewat keputusan mayoritas dalam pertarungan ketat.

Secara teori, pertemuan dua pemegang sabuk tersebut menjadi opsi menarik untuk menentukan raja sejati divisi ringan. Mason pun tidak menutup pintu untuk laga besar tersebut.

“Itu langkah yang hebat,” ujar Abdullah Mason ketika ditanya mengenai kemungkinan menghadapi Muratalla. “Apa pun yang kami lakukan berikutnya adalah langkah besar. Kalau itu datang setelah rencana yang ada sekarang, tidak masalah.”

Ucapan “setelah” yang dimaksud Mason merujuk pada kewajiban dan target lain yang harus dipenuhi lebih dulu.

Muratalla sendiri disebut-sebut membidik laga melawan Shakur Stevenson, yang baru saja meraih kemenangan penting atas Teofimo Lopez Jr. dalam ajang “The Ring VI” di New York dan kini menyandang gelar Ring serta WBO di kelas 140 pound.

Sementara itu, Mason (20-0, 17 KO) kemungkinan besar harus lebih dulu menjalani pertahanan gelar wajib melawan Joe Cordina.

Cordina, mantan juara dunia kelas junior ringan IBF, berhak atas posisi penantang nomor satu setelah mengalahkan Gabriel Flores Jr.

Abdullah Mason yang baru berusia 21 tahun memahami bahwa untuk mencapai pertarungan-pertarungan terbesar, ia harus melewati hadangan Cordina terlebih dahulu.

“Kami sedang menyiapkan beberapa rencana, termasuk kemungkinan pertahanan gelar,” kata Mason. “Saya punya penantang wajib, Joe Cordina. Setelah itu, baru kita lihat.”

Dengan rekor sempurna dan usia yang masih sangat muda, Mason berada di jalur cepat menuju laga-laga unifikasi.

Namun sebelum berhadapan dengan Muratalla, ia harus memastikan sabuk WBO tetap berada di tangannya.

Jika semua rencana berjalan lancar, duel unifikasi antara Mason dan Muratalla bisa menjadi salah satu pertarungan paling dinantikan di divisi ringan dalam beberapa tahun ke depan.

Artikel Tag: Shakur Stevenson, Raymond Muratalla

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru