Teofimo Lopez Ragu Ryan Garcia Bisa Menang Mudah atas Conor Benn
Ryan Garcia dan Conor Benn
Berita Tinju - Ryan Garcia akan menjalani pertahanan pertama gelar WBC kelas welter saat menghadapi Conor Benn di T Mobile Arena, Las Vegas, akhir pekan ini. Pertarungan tersebut menjadi ujian penting bagi Garcia setelah merebut sabuk juara dari Mario Barrios pada Februari lalu.
Garcia berhasil mengalahkan Barrios melalui keputusan mutlak. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi respons setelah penampilan mengecewakan ketika menghadapi Rolando Romero pada Mei 2025.
Dalam pertarungan tersebut, Garcia mengalami kekalahan melalui keputusan juri setelah sempat dijatuhkan Romero. Kekalahan itu terjadi setelah Garcia menyelesaikan hukuman larangan bertanding selama satu tahun akibat kasus doping.
Kini, Garcia dianggap telah kembali ke performa terbaiknya dan menjadi favorit kuat untuk mengalahkan Benn. Faktor lain yang membuat petinju Inggris tersebut dipandang sebagai underdog adalah riwayatnya di kelas welter.
Benn terakhir kali bertarung di batas 147 pound pada 2022. Setelah itu, ia menghadapi berbagai persoalan di luar ring, termasuk kasus tes positif clomifene pada tahun yang sama.
Meski mengakui Garcia lebih diunggulkan, Teofimo Lopez tidak yakin pertarungan akan berjalan sepihak. Dalam wawancara dengan Fight Hub TV, Lopez justru melihat peluang Benn untuk memberikan kejutan.
“Bisa saja terjadi kejutan. Banyak orang melihat foto Benn dan menilai dia terlihat kelelahan karena proses menurunkan berat badan. Struktur wajahnya juga menjadi perhatian,” ujar Lopez.
“Menurut saya, terlalu banyak orang yang fokus pada hal tersebut dibandingkan kemampuan mereka. Pertarungan ini seharusnya berlangsung kompetitif. Saya melihat peluang Ryan Garcia untuk menang lebih besar daripada Conor Benn. Namun, ini tinju dan apa pun bisa terjadi.”
Lopez kemudian menyoroti kecepatan Ryan Garcia sebagai salah satu keunggulan utama dalam pertarungan tersebut. Namun, ia juga mengakui bahwa Benn menghadapi tantangan besar karena sudah lebih dari empat tahun tidak bertarung di kelas welter.
Meski begitu, Lopez menilai daya tahan dan mental bertarung Benn bisa membuatnya tetap bertahan hingga ronde terakhir. Menurutnya, karakter seorang petinju tidak bisa diukur hanya dari kondisi fisik sebelum pertandingan.
Jika Benn benar benar mampu menciptakan kejutan dan merebut gelar WBC, ia sudah menyatakan tidak berniat mempertahankan sabuk tersebut. Benn berencana meninggalkan kelas welter karena proses menurunkan berat badan hingga 147 pound dianggap terlalu berat.
Conor Benn bahkan membuka kemungkinan naik beberapa kelas setelah pertarungan tersebut, dengan kelas menengah super atau 168 pound menjadi salah satu tujuan yang mungkin dipilihnya.
Artikel Tag: WBC, kelas welter, Kelas Menengah Super, Teofimo Lopez, Ryan Garcia, conor benn