Kanal

Permalukan Carlos Alcaraz, Jannik Sinner Kampiun Di Monte Carlo

Penulis: Dian Megane
13 Apr 2026, 00:04 WIB

Jannik Sinner [kiri] dan Carlos Alcaraz [kanan] [image: getty images]

Berita Tenis: Jannik Sinner sukses memenangkan gelar Masters turnamen clay-court untuk kali pertama dalam kariernya di Monte Carlo Open musim 2026.

Petenis unggulan kedua menumbangkan juara bertahan, Carlos Alcaraz dengan 7-6, 6-3 di final Monte Carlo Open dalam kondisi berangin.

Pertandingan besar tersebut merupakan pertemuan pertama mereka sejak bulan November musim lalu, ketika petenis berkebangsaan Italia menang di partai puncak ATP Finals. Kali ini, taruhannya sekali lagi tidak main-main, yaitu gelar Monte Carlo Open dan peringkat 1 dunia.

Dengan kemenangan yang dperjuangkan selama 2 jam 15 menit, juara Miami Open musim 2026 menjadi petenis kedua, setelah petenis berkebangsaan Serbia, Novak Djokovic pada musim 2015, yang memenangkan turnamen Masters 1000 di Miami dan Monte Carlo secara berturut-turut.

Petenis berusia 24 tahun juga akan kembali ke peringkat 1 dunia pada hari Senin (13/4) untuk kali pertama pada musim ini.

“Kami datang ke sini untuk mencoba melakoni pertandingan sebanyak mungkin, mendapatkan umpan balik yang baik sebelum turnamen besar lain yang akan datang. Hari ini kami berdua bermain dengan level tinggi,” ungkap Sinner.

“Cuacanya agak berangin, sedikit berembus. Kondisi yang berbeda dari turnamen sebelumnya. Hasilnya luar biasa. Kembali ke peringkat 1 dunia sangat berarti bagi saya. Saya sangat senang memenangkan gelar besar di permukaan ini. Saya belum pernah melakukan ini sebelumnya dan ini sangat berarti bagi saya.”

Dengan dukungan besar yang diberikan kepada petenis berkebangsaan Italia di Court Rainier III, ia memenangkan set pertama melalui babak tiebreak ketika Alcaraz melakukan pelanggaran ganda yang fatal saat tertinggal satu set.

Petenis unggulan kedua yang hanya berhasil mendaratkan 51 persen servis pertamanya (terendah pada musim ini), kemudian bangkit dari ketertinggalan 1-3 di set kedua melawan petenis unggulan pertama, Alcaraz yang tampil tidak konsisten, termasuk melakukan 45 unforced error dalam kondisi lapangan tersebut.

“Saya merasa dekat dengan kemenangan di game pengembalian dan merasa bola baru membantu saya, pergantian bola terjadi saat skor 2-1, dan saya hanya mencoba untuk tetap fokus secara mental,” tambah Sinner tentang kebangkitannya di set kedua.

“Saya mencoba untuk terus berjuang. Saya merasa sedikit lelah, jadi, saya mencoba untuk mempertahankan mentalitas yang tepat, jadi, memiliki trofi ini sangat berarti bagi saya.”

Petenis berusia 24 tahun juga menjadi petenis ketiga dalam sejarah yang memenangkan empat turnamen Masters 1000 secara beruntun, bergabun dengan Djokovic dan Rafael Nadal.

Alcaraz telah memenangkan 17 pertandingan terakhirnya di clay-court, sejak musim lalu ketika ia meraih kemenangan di Roma dan Roland Garros. Ia bahkan mengalahkan petenis berkebangsaan Italia di kedua final tersebut.

Namun, Alcaraz tidak mampu menunjukkan konsistensi yang cukup melawan Sinner di Monte Carlo, dengan petenis berkebangsaan Italia kini mencatatkan 2-3 dalam head to head mereka di turnamen clay-court dan 7-10 secara keseluruhan.

Artikel Tag: Monte Carlo Open, Jannik Sinner, Carlos Alcaraz

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru