☰
Kanal
✕

Misi Balas Dendam Luca Van Assche Berakhir Manis Di Paris

Penulis: Dian Megane
06 Nov 2026, 09:33 WIB

Luca Van Assche [image: Chryslène Caillaud / PsNewz]

Berita Tenis: Luca Van Assche mengalahkan Lorenzo Musetti dengan 7-5, 3-6, 6-4 di Paris Masters musim 2026 sekaligus membalas kekalahannya dalam pertandingan maraton mereka di Lyon beberapa waktu lalu.

Petenis berusia 22 tahun menyelamatkan kiprah petenis Prancis di Paris Masters. Setelah kekalahan dua petenis tuan rumah, Quentin Halys dan Arthur Rinderknech di sebelumnya pada hari yang sama, petenis peringkat 47 dunia aberhasil mengalahkan Lorenzo Musetti dengan skor 7-5, 3-6, 6-4 pada hari Kamis. Kemenangan ini mengantarkannya melaju ke perempat final turnamen Masters 1000 untuk pertama kalinya dalam kariernya, dengan memastikan kemenangan melalui drop volley yang memukau pada kesempatan match point pertamanya.

Pertandingan tersebut juga merupakan ajang pembalasan. Dua pekan lalu, Musetti mengalahkannya dengan 7-6, 6-7, 6-4 dalam pertandingan maraton berdurasi 3 jam 32 menit di perempafinal Lyon Open — laga yang baru berakhir pada pukul 01.17 dini hari — sebelum akhirnya petenis berkebangsaan Italia keluar sebagai juara.

Kali ini, petenis berkebangsaan Prancis menjadi pihak yang berhasil memegang kendali. Ia mematahkan servis lawan saat kedudukan 4-4 di set penentu, setelah sebelumnya menyelamatkan dua peluan break point dalam posisi tertinggal 15/40, diiringi sorak-sorai penonton di Paris. Pukul 18.14 tentu menjadi waktu yang jauh lebih wajar untuk memenangkan sebuah pertandingan tenis.

Dengan tersingkirnya Alexander Zverev dari bagian undian pertandingan yang sama dengannya — setelah kalah dari Musetti dalam pertandingan pertamanya sebagai petenis peringkat 1 dunia — petenis tuan rumah kini memiliki peluang untuk memanfaatkan celah tidak terduga di bagian undian pertandingannya.

Di perempatfinal Paris Masters, Van Assche akan menghadapi petenis yang lolos melalui babak kualifikasi, Rinky Hijikata, yang sebelumnya secara mengejutkan mampu menaklukkan petenis berkebangsaan Serbia, Novak Djokovic.

Di atas kertas, perempatfinal tersebut seharusnya bisa saja mempertemukan Zverev melawan Djokovic. Tetapi di fase musim seperti saat ini, sebagaimana diungkapkan oleh Ben Shelton pada hari Kamis, "semua orang mungkin sudah kehabisan tenaga."

Sementara itu, Van Assche mengungkapkan, ““Bermain di lapangan utama seperti ini adalah impian masa kecil saya. Dulu saya beberapa kali datang ke Bercy untuk menyaksikan para petenis ini. Sekarang impian itu terwujud dan bisa menang di hadapan anda semua kali ini sungguh luar biasa. Terima kasih banyak.”

“Saya sangat senang bisa mencapai perempatfinal untuk kali pertama dalam karier saya. Saya harap ini bukan yang terakhir, melainkan yang pertama dari banyak pencapaian lainnya.”

“Lorenzo adalah petenis yang luar biasa. Saya mulai mengenalnya dengan baik sekarang. Di Lyon saya bermain selama 3 jam 30 menit, hari ini 2 jam 30 menit, jadi kami mulai saling memahami di lapangan. Pertandingan tadi benar-benar sulit. Saya sangat puas dengan performa saya dan merasa sangat bangga.”

“Secara fisik, tidak akan ada masalah bagi saya untuk melakoni pertandingan berikutnya, tetapi saya harus benar-benar memperhatikan pemulihan agar bisa tampil dalam kondisi prima dan memberikan segalanya.”

Di babak ketiga, petenis berkebangsaan Australia, Hijikata mengalahkan petenis berkebangsaan Argentina, Tomas Martin Etcheverry dengan 2-6, 6-3, 7-5.

Di aksi lain, petenis berkebangsaan Norwegia, Casper Ruud membantai petenis berkebangsaan Jerman, Jan Lennard Struff dengan 6-3, 6-3 dan membukukan perempatfinal Paris Masters melawan petenis berkebangsaan Portugal, Nuno Borges yang menghabisi petenis berkebangsaan Peru, Ignacio Buse dengan 6-0, 6-2.

Artikel Tag: paris masters, Casper Ruud, Lorenzo Musetti, Rinky Hijikata, Luca Van Assche

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru