Jawaban Lugas Maja Chwalinska Tentang Pakaian Tambah Kisah Di Roland Garros
Maja Chwalinska [image: reuters]
Berita Tenis: Maja Chwalinska memberikan alasan yang lugas mengapa ia mengenakan pakaian yang berbeda selama perjalanan yang luar biasa menuju final French Open musim 2026 di Roland Garros.
Petenis berkebangsaan Polandia yang melalui babak kualifikasi ditanya tentang hal tersebut setelah mengalahkan petenis unggulan ke-25, Diana Shnaider dan jawabannya tidak berbelit-belit. Ia mengatakan bahwa "tidak ada cerita" di balik perubahan tersebut karena ia tidak disponsori, sebuah jawaban yang sesuai dengan sifat unik dari turnamen yang ia ikuti.
“Maksud saya, sebenarnya tidak ada cerita khusus. Saya tidak disponsori, jadi. Kurasa itulah ceritanya,” jawab Chwalinska.
Pertanyaan tersebut muncul setelah petenis berusia 24 tahun berganti pakaian dari seragam hitam saat menang melawan petenis tuan rumah, Diane Parry menjadi atasan kuning dan rok hitam di akhir turnamen.
Ia lalu mengungkapkan perubahan setelah kini semakin dikenal khalayak ramai.
“Bagi saya, tidak ada yang berubah, saya hanya terus bermain tenis. Skenarionya berubah, tetapi jujur saja, saya hanya terus bermain tenis dan berlatih. Bagi saya, tidak ada yang berubah. Saya hanya ingin menang, apa pun yang saya mainkan, apa pun pertandingannya,” tutur Chwalinska.
“Saya juga tidak ingin berpura-pura bahwa siapa pun mengharapkan lompatan ini. Saya pernah berada di luar peringkat 100 besar dan sekarang saya berada di final Grand Slam, jadi, saya merasa ini penting. Sulit untuk mencernanya.”
Ia tidak datang ke Paris sebagai salah satu nama utama yang patut diperhatikan. Ia memulai turnamen dengan menghuni peringkat 114 dunia dan harus berjuang melalui babak kualifikasi hanya untuk masuk ke babak utama.
Namun, perjalanannya terus berlanjut dari sana. Ia mengalahkan petenis unggulan ke-22, Anna Kalinskaya di perempatfinal dan Shnaider di semifinal. Hal tersebut menjadikannya qualifier pertama yang mencapai final French Open nomor tunggal putri.
Ia juga merupakan petenis putri kedua di Open Era yang mencapai final Grand Slam sebagai qualifier setelah petenis berkebangsaan Inggris, Emma Raducanu yang memenangkan gelar US Open musim 2021.
Langkah terakhir adalah langkah terbesar sejauh ini.
Petenis unggulan kedelapan, Mirra Andreeva menunggu di final, menciptakan kontras yang jelas antara petenis unggulan dan qualifier yang telah menarik perhatian di sepanjang turnamen.
Penjelasan tentang pakaian Chwalinska berhasil karena sangat sederhana. Hal tersebut juga menggambarkan kisah yang lebih luas tentang seorang petenis yang mencapai salah satu panggung tenis terbesar sebelum sorotan di sekitarnya sepenuhnya tertuju padanya.
Artikel Tag: French Open, Mirra Andreeva, Diana Shnaider, Maja Chwalinska