Jannik Sinner Ungkap Pengorbanan Orang Tua Di Awal Karier
Jannik Sinner bersama keluarganya usai menjuarai ATP Finals musim 2024 di Turin [image: atp tour]
Berita Tenis: Bahkan di tengah kemeriahan kemenangan teranyar di turnamen Masters 1000, Madrid Open musim 2026, Jannik Sinner tidak perlu berpikir lama tentang arti orang tua baginya.
Saat petenis peringkat 1 dunia menjalani tugas media setelah kemenangan Madrid Open, seorang jurnalis mengungkapkan bahwa hari tersebut merupakan Hari Ibu di Spanyol. Ketika ditanya tentang apa arti sang ibu, Siglinde dalam hidupnya, ia berbicara panjang lebar tentang pengorbanan awal yang dilakukan oleh ibu dan ayahnya, Hanspeter dalam karier tenisnya.
“Saya mempertimbangkan diri saya sangat beruntung. Beruntung karena ketika saya berusia 13 tahun, saya mengambil pilihan untuk meninggalkan rumah dan pergi ke pusat pelatihan untuk berlatih,” ungkap Sinner.
“Saya pikir itu sangat menyulitkan bagi orang tua, terutama bagi seorang ibu untuk menerima hal itu, untuk pergi dan meninggalkan rumah. Saya pikir itu berat bagi saya, tetapi tentu saya lebih berat bagi orang tua saya karena mereka juga ingin melihat anak mereka tumbuh dewasa.”
Sementara petenis berusia 24 tahun saat ini menikmati kesuksesan yang bersejarah di turnamen ATP – akhir pekan lalu ia menjadi petenis putra pertama yang memenangkan lima gelar Masters secara beruntun – ia menyadari pilihan-piihan sulit yang harus ia ambil untuk mengejar mimpinya di dunia tenis.
“Pastinya saya sedikit kehilangan waktu, menghabiskan waktu bersama orang tua saya. Saya ingin mengejar ketertinggalan itu sebanyak mungkin,” lanjut Sinner.
“Tentu saja di rumah, nenek dan kakek, orang tua ibu saya, mereka berdua masih hidup. Saya mengerti keinginannya (ibunya) untuk tinggal di rumah dan menghabiskan waktu sebanyak mungkin bersama mereka. Tetapi saya juga ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga.”
Meskipun bukan hal yang aneh melihat keluarga bintang turnamen ATP hadir di turnamen, sifat global turnamen tenis berarti tidak selalu memungkinkan bagi orang-orang terkasih untuk hadir secara teratur. Tetapi, petenis peringkat 1 dunia berharap dapat lebih sering bertemu keluarganya, mungkin dengan cara yang mirip dengan rival terberatnya, Carlos Alcaraz yang sering bepergian bersama orang tuanya dan kakak laki-lakinya, Alvaro.
“Sungguh luar biasa melihat Carlos, contohnya, bepergian bersama keluarga dan kakak laki-lakinya, dan saya pikir ia melakukannya dengan sangat baik,” tutur Sinner.
“Karena ketika seseorang tidak ada lagi bersama kita, maka anda akan menyesalinya. Jadi, mudah-mudahan saya bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama orang tua saya dan orang-orang yang saya cintai, dan juga bersama kakak laki-laki saya dan teman-teman saya, karena banyak hal bisa berubah.”
“Ibu saya pastinya panutan saya dan saya merasa sangat gembira memilikinya sebagai ibu saya, dan saya juga sangat gembira memiliki ayah sepertinya, mereka inspirasi sebenarnya bagi saya. Saya berusaha untuk sedikit seperti mereka, dengan begitu saya tahu bahwa saya orang yang baik.”
Artikel Tag: Madrid Open, Jannik Sinner, Carlos Alcaraz