Konsekuensi Tidur Lebih Larut Bagi Alexander Zverev Jelang Final Di Madrid
Alexander Zverev [image: IMAGO]
Berita Tenis: Jannik Sinner meneruskan performa luar biasa setelah ia mengandaskan Alexander Zverev di final Madrid Open musim 2026 dengan dua set langsung.
Petenis berkebangsaan Italia, Sinner hanya membutuhkan waktu 57 menit untuk mengatasi petenis berkebangsaan Jerman di final Madrid Open, di mana ia hanya kehilangan tiga game saja. Tidak ada banyak drama di sepanjang final setelah petenis unggulan pertama menyambar keunggulan 5-0 dalam waktu 17 menit saja. Saat itu, petenis berkebangsaan Jerman hanya memenangkan lima poin.
Petenis peringkat 1 dunia, Sinner meneruskan tren tersebut sampai poin terakhir sebelum ia menyabet gelar ke-28 dalam kariernya sekaligus gelar keempat pada musim 2026. Sementara petenis unggulan kedua gagal memenangkan gelar Madrid Open untuk kali ketiga dan ia masih mencari kemenangan pertama atas petenis peringkat 1 dunia sejak musim 2023.
Namun, hal yang pasti akan menghantui juara Olimpiade di Tokyo tahun 2021 adalah kegagalannya untuk bahkan mengancam Sinner dalam pertemuan-pertemuan terakhir. Petenis berkebangsaan Italia kini telah mencatatkan sembilan kemenangan beruntun atas petenis berkebangsaan Jerman, tetapi yang lebih mencengangkan adalah fakta bahwa petenis berkebangsaan Italia telah memenangkan 14 set langsung dan 65 service game secara beruntun yang luar biasa melawannya.
Petenis berusia 29 tahun mengungkapkan perasaannya setelah pertandingan, menekankan bahwa ia tidak terlalu senang dengan semua keadaan yang mendahului kekalahan ini. Ia mengaku kelelahan, mengingat kembali turnamen yang berlangsung selama dua pekan.
Meskipun petenis peringkat 3 dunia menikmati sesi pertandingan malam, ia mengakui sulit untuk tampil maksimal ketika telah menghabiskan beberapa malam tanpa bisa tidur sebelum pukul 4 pagi. Selanjutnya, ia berbagi bahwa meskipun penonton menyukai pertandingan malam, terkadang mereka harus memahami bahwa penting juga jika final diadakan pada malam hari.
“Sejujurnya, saat ini saya sangat lelah. Ya, saya rasa turnamen dua pekan itu sulit. Secara mental, anda harus tetap fokus lebih lama,” aku Zverev.
“Saya rasa di sini juga, maksud saya, saya suka melakoni pertandingan malam, tetapi saya merasa sedikit jet lag karena selama pekan lalu saya rasa saya tidak tidur sebelum jam 4 pagi sekali pun. Itu sulit. Lalu saya juga merasa, jika itu terjadi, dan saya mengerti bahwa pertandingan malam lebih populer di kalangan penonton, dan hal-hal seperti itu, tetapi menurut saya finalnya juga seharusnya digelar malam hari, karena menurut saya itu lebih adil bagi kedua petenis.”
Pada akhirnya, petenis berkebangsaan Jerman mengingatkan bahwa bertanding melawan Sinner selalu sulit dalam keadaan apa pun. Ia mendominasi dari turnamen ke turnamen dan absennya Carlos Alcaraz membuat tugasnya semakin mudah di turnamen ini.
“Karena ketika pertandingan berlangsung siang hari dan anda bermain malam sepanjang pekan, itu sangat sulit,” tambah Zverev. “Terutama, tentu saja, melawan Jannik, selalu sulit, di mana pun itu, bagaimana pun cara bermain anda, tetapi dengan latar belakang situasinya, hari ini benar-benar mustahil.”
Artikel Tag: Madrid Open, alexander zverev, Jannik Sinner