Kanal

Bagi Alexander Zverev, Apa Pun Yang Terjadi, Ia Tetap Juara Grand Slam

Penulis: Dian Megane
08 Jun 2026, 09:56 WIB

Alexander Zverev [image: FFT]

Berita Tenis: Dengan sejumlah prestasi memukau, Alexander Zverev telah menjadi salah satu paling sukses di turnamen ATP tetapi belum pernah memenangkan gelar Grand Slam.

Petenis berkebangsaan Jerman sudah dekat untuk memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di US Open musim 2020, setelah ia unggul dua set atas mantan petenis berkebangsaan Austria, Dominic Thiem sebelum akhirnya kalah dengan lima set.

Dua kekalahan lain di final Grand Slam -- French Open musim 2024 dan Australian Open musim 2025 -- mengikuti, meninggalkan petenis peringkat 3 dunia masih harus berjuang menemukan momen bersejarah yang ia impikan.

Momen bersejarah petenis berusia 29 tahun akhirnya tiba di French Open musim 2026, di mana ia mengalahkan petenis berkebangsaan Italia, Flavio Cobolli demi menyabet gelar Grand Slam pertama dalam kariernya. Ketika mimpi yang telah lama diimpikan menjadi nyata, ia hampir tidak percaya saat hal itu terjadi.

“Pertama-tama, saya tidak percaya saya menang,” seru Zverev. “Lalu saya melihat kotak saya dan mereka semua merayakannya. Itulah ketika saya menyadari saya menang. Terutama melihat ayah saya mengangkat tangannya, momen itu yang membangunkan saya, ‘Baiklah, saya menang’.”

“Lalu ketika saya terbaring di atas lapangan, semua emosi bermunculan karena lapangan ini sangat, sangat istimewa bagi saya, dari sisi positif maupun negatif. Saya melalui beberapa momen terberat dalam karier tenis saya di sini. Semua kenangan itu bagi saya tidak terhapus. Mereka masih berada bersama saya, tetapi kenangan ini mengungguli semua kenangan itu.”

Bagi seseorang yang menghabiskan waktu lama untuk mengejar momen itu, petenis yang telah dua kali menjuarai ATP Finals akan selalu membawa kenangan indah itu bersamanya. Tidak hanya sebagai momen menggembirakan, tetapi sebagai suntikan kepercayaan diri dan pengingat apa yang bisa diraih dengan sebuah kegigihan.

Apa pun yang terjadi selanjutnya, petenis peringkat 3 dunia merasa lega karena akhirnya ia memenangkan trofi bersejarah yang telah ia kejar untuk waktu yang sangat lama.

“Itu terjadi pada saya sangat awal di turnamen Masters 1000 karena saya memenangkan yang pertama ketika saya berusia 20 tahun. Saya memenangkan banyak gelar Masters setelah itu dan gelar Grand Slam membutuhkan lebih banyak waktu,” jelas Zverev.

“Sekarang apa pun yang terjadi, saya akan selalu menjadi juara Grand Slam dan tidak ada seorang pun yang bisa merebut hal itu dari saya. Mungkin hal itu memberi saya kebebasan. Mungkin benak saya akan menjadi sedikit lebih tenang ketika saya bermain di final, artinya, bahkan jika saya kalah, saya akan tetap menjadi juara Grand Slam.”

“Gelar ini sangat penting bagi saya, karena jika saya kehilangan kesempatan ini, kepercayaan diri saya mungkin akan merosot jauh. Tetapi kini setelah saya memenangkannya, saya merasa saya bisa melakukannya lagi.”

Sementara merenungkan mungkin salah satu kemenangan terbesar dalam kariernya sejauh ini di French Open, petenis berkebangsaan Jerman memuji timnya untuk peran mereka terhadap pencapaian tersebut. Ia menyatakan bahwa dukungan mereka sangatpenting di sepanjang perjalanannya, dengan sang ayah, Alexander Zverev Sr. menjadi pelatihnya dan kakak laki-lakinya, Mischa juga berperan penting dalam timnya.

“Dalam skenario saya, ini benar-benar upaya keluarga dan tim. Karena saya memiliki tim yang sama setidaknya selama 12 musim, dengan pelatih fisik yang sama dan pelatih yang lebih lama lagi. Saya pikir semua orang pantas mendapatkan trofi ini secara setara,” tukas Zverev.

Artikel Tag: French Open, alexander zverev, Flavio Cobolli

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru