Aryna Sabalenka Hari Ini Mungkin Pecundang, Tapi Besok Ia Pemenang
Aryna Sabalenka [image: getty images]
Berita Tenis: Saat memasuki konferensi pers, terlihat jelas betapa kecewanya Aryna Sabalenka karena gagal meraih kemenangan di final Australian Open 2026.
Berupaya meraih gelar ketiga dalam empat musim terakhir di Australian Open 2026, Melbourne Park, petenis peringkat 1 dunia kalah dari Elena Rybakina dengan tiga set yang penuh drama.
Petenis unggulan pertama berada di bawah tekanan sejak awal final Australian Open setelah kehilangan servisnya di game pertama dan menunggu hampir 90 menit sebelum memanfaatkan peluang break pertamanya dalam pertandingan. Kemudian, di set penentu, ia tampak hampir meraih kemenangan saat unggul 3-0 sebelum akhirnya kalah enam dari tujuh game berikutnya.
“Ia memainkan pertandingan yang luar biasa dan saya sudah berusaha sebaik mungkin. Saya berjuang sampai poin terakhir. Saya memiliki peluang. Rasanya saya melewatkan beberapa peluang, tetapi begitulah tenis,” aku Sabalenka.
“Hari ini anda yang kalah, besok anda yang menang. Semoga musim ini saya akan lebih sering menang daripada kalah.”
Meskipun ia telah membuktikan dirinya sebagai salah satu kekuatan paling tangguh di turnamen, ia mengalami keberuntungan yang beragam di final sejak awal musim lalu. Dari sepuluh final yang ia lakoni, ia kalah lima kali. Jika melihat Grand Slam secara khusus selama periode tersebut, rekornya adalah 1 kemenangan dan tiga kekalahan.
Secara statistik, hal tersebut tidak menunjukkan gambaran yang sangat positif bagi petenis yang memang memenangkan US Open September lalu. Tetapi, ada sisi positif baginya.
“Secara keseluruhan, ini jauh lebih baik daripada musim lalu, dua final Grand Slam di mana saya kalah,” lanjut Sabalenka.
“Dari segi level permainan, keputusan yang saya buat dan mentalitas saya di sepanjang pertandingan menunjukkan bahwa saya masih ada di sana, saya siap bertarung, saya tahu bahwa ia tidak akan menyerah begitu saja kepada saya.”
“Saya telah membuat peningkatan besar dalam hal itu dan saya tetap kalah. Tetapi tidak apa-apa. Saya merasa sedang bergerak ke arah yang benar.”
Rekor petenis peringkat 1 dunia melawan Rybakina menyesatkan. Meskipun ia unggul 8-7 dalam head to head mereka, itu adalah kekalahan keempat berturut-turut yang dialaminya. Bersamaan dengan itu, petenis berkebangsaan Kazakhstan saat ini memegang rekor kemenangan terbanyak di turnamen WTA sejak Wimbledon musim lalu. Ia telah memenangkan 20 dari 21 pertandingan terakhir yang ia lakoni.
Kebangkitan kembali juara Wimbledon musim 2022 tidak luput dari perhatian petenis peringkat 1 dunia.
“Ia bermain lebih agresif. Ia mampu membangun kepercayaan diri yang besar sejak WTA Finals. Jelas petenis yang lebih baik. Hasilnya, ia mendapatkan gelar Grand Slam, yang merupakan pencapaian luar biasa,” komentar Sabalenka tentang Rybakina.
Petenis berusia 27 tahun saat ini mencatatkan 11-1 sejak awal musim 2026. Ia akan beristirahat sejenak sebelum kembali fokus ke rangkaian turnamen di Timur Tengah.
“Saya sangat kecewa dengan diri saya sendiri setelah final, tetapi secara keseluruhan saya rasa saya bermain tenis dengan baik di Australia. Bahkan di final ini, saya merasa bermain dengan baik. Saya berjuang. Saya melakukan yang terbaik dan ia adalah petenis yang lebih baik,” pungkas Sabalenka.
Artikel Tag: Australian Open 2026, Aryna Sabalenka, Elena Rybakina