Tembus Semifinal Di Chennai, Janice Tjen Refleksikan Perjalanan Karier
Janice Tjen [image: RAGU R]
Berita Tenis: Juara bertahan, Janice Tjen, yang mencapai semifinal Chennai Open musim 2026, merenungkan perjalanan kariernya di dunia tenis putri dan tantangan berkompetisi secara teratur.
Tanpa penjelasan lebih lanjut, petenis berusia 24 tahun telah mengungkapkan segalanya. Indonesia, negara yang begitu lekat dengan bulu tangkis, kini kembali antusias terhadap olahraga tersebut, kali ini dengan raket yang lebih berat.
Kebangkitan sang petenis menjadi alasan utama di balik hal tersebut. Ia mengawali musim 2025 dengan berada di luar peringkat 400 besar, tetapi mengakhirinya di peringkat 56 dunia. Dalam perjalanannya, ia juga berhasil mengakhiri penantian selama 22 tahun bagi petenis putri Indonesia untuk meraih kemenangan di Grand Slam — tepatnya di US Open — serta menjadi runner up di turnamen WTA level 250 di Sao Paulo dan meraih gelar turnamen ATP pertama dalam kariernya di Chennai Open.
Petenis berusia 24 tahun, yang sempat mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya sampai saat ini, peringkat 35 dunia pada bulan Agustus lalu, kembali ke kota ini untuk mempertahankan gelarnya. Sebagai petenis unggulan teratas, ia berhasil melaju ke semifinal Chennai Open usai setelah meraih kemenangan 5-7, 6-4, 6-2 atas petenis berkebangsaan Uzbekistan, Polina Kudermetova.
Berbeda dengan musim lalu, saat ia mendominasi sirkuit ITF, musim ini lebih difokuskan pada upaya untuk membiasakan diri bermain secara rutin di turnamen WTA, yang tingkat persaingannya jauh lebih tinggi.
“Musim ini, saya belajar banyak sekali. Setiap orang memiliki ekspektasi tinggi mengenai performa yang ingin mereka capai, dan sebagai petenis, hal itu wajar saja. Memiliki sikap seperti itu adalah hal yang penting, begitu pula belajar untuk bangkit kembali, menjalani segala sesuatunya selangkah demi selangkah, serta menyadari bahwa musim ini, tingkat persaingan bagi saya jauh lebih berat,” ungkap Tjen, yang mencatatkan rekor 16 kemenangan dan 28 kekalahan di turnamen WTA Tour sebelum tiba di Chennai.
Petenis berkebangsaan Indonesia memang mencatatkan satu pencapaian penting pada musim ini. Pekan lalu, ia bermain di nomor ganda bersama Venus Williams dan berhasil mencapai semifinal Guangzhou Open, di mana legenda tenis AS berusia 46 tahun menyebutnya sebagai “kemitraan terbaiknya musim ini.”
“Bersama seseorang seperti Venus, ada banyak hal yang bisa dipelajari. Senang sekali mendengar apa yang ia katakan tentang kemitraan kami. ia adalah petenis hebat dengan segudang pengalaman,” tutur Tjen.
Apakah ia membayangkan dirinya masih akan bermain di usia 46 tahun?
“Itu cukup sulit. Kecintaannya pada tenis sungguh luar biasa. Ia sebenarnya tidak perlu lagi bermain tenis, tetapi fakta bahwa ia masih terus bermain sungguh mengagumkan. Entahlah apakah saya akan mampu melakukan hal yang sama. Kita lihat saja nanti,” tukas Tjen.
Sementara itu kembali ke semifinal Chennai Open, Tjen akan bertemu petenis AS, Robin Montgomery yang mengandaskan petenis tuan rumah, Maaya Rajeshwaran Revathi dengan 6-3, 6-3.
Artikel Tag: Chennai Open, Robin Montgomery, Polina Kudermetova