Tambah Emas Dari Mixed Aerials, AS Koleksi Rekor 11 Emas di Olimpiade 2026
Trio Kaila Kuhn, Connor Curran, dan Chris Lillis memastikan emas Olimpiade setelah tampil konsisten dalam final freestyle skiing aerials nomor beregu campuran. (Foto: AP)
Tim Amerika Serikat mencetak sejarah di Olimpiade Musim Dingin 2026 setelah merebut medali emas ke-11 mereka melalui nomor mixed team aerials di Livigno, Italia, Sabtu (21/2).
Raihan tersebut menjadi rekor baru bagi kontingen Negeri Paman Sam dalam satu edisi Olimpiade Musim Dingin.
Trio Kaila Kuhn, Connor Curran, dan Chris Lillis memastikan gelar juara setelah tampil konsisten dalam final freestyle skiing aerials nomor beregu campuran di arena bersalju Livigno.
Medali emas ini memecahkan rekor 10 emas yang sebelumnya dibukukan Amerika Serikat saat menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2002 di Salt Lake City.
Secara keseluruhan, tambahan emas dari nomor ini mengangkat total perolehan medali Amerika Serikat menjadi 30 keping.
Ini menempatkan mereka di posisi kedua klasemen sementara di bawah Norwegia yang sehari sebelumnya mengoleksi emas ke-17 sekaligus mencatatkan rekor tersendiri dalam sejarah Olimpiade Musim Dingin.
Keberhasilan ini juga menandai sukses mempertahankan gelar yang mereka raih pada Beijing 2022.
Saat itu, Chris Lillis menjadi bagian dari tim juara bersama Ashley Caldwell dan Justin Schoenefeld.
Empat tahun berselang, Lillis kembali naik podium tertinggi, kali ini bersama Kuhn dan Curran.
Dalam format mixed team aerials, setiap negara menurunkan tiga atlet putra dan putri. Nilai individu mereka dijumlahkan untuk menentukan pemenang.
Amerika Serikat mengumpulkan total 325,35 poin dari maksimal 450 poin. Swiss merebut medali perak dengan 296,91 poin, sementara China harus puas dengan perunggu setelah mencatat 279,68 poin.
Kaila Kuhn, juara dunia 2025 di nomor aerials putri dan beregu campuran, mengaku timnya tampil dengan motivasi berlipat setelah gagal meraih podium di nomor individu.
Pada final putri, Kuhn hanya finis kelima, sementara Lillis dan Curran masing-masing berada di posisi kedelapan dan ke-12 pada final putra.
“Kami datang dengan motivasi besar setelah hasil di nomor individu tidak sesuai harapan. Hari ini kami tampil kuat dan melakukan penyesuaian dengan baik,” ujar Kuhn.
Kondisi cuaca mendung dan turunnya salju sempat mengganggu visibilitas atlet sepanjang lomba.
Namun, tim Amerika tetap tampil stabil di setiap lompatan, termasuk pada ronde penentuan ketika mereka mencatatkan 117,19 poin untuk memastikan emas.
Sebaliknya, China yang diperkuat pasangan suami-istri Wang Xindi dan Xu Mengtao serta Li Tianma melakukan kesalahan krusial pada ronde akhir.
Wang dan Li terjatuh saat mendarat setelah melakukan lompatan dengan tingkat kesulitan tinggi, sehingga peluang emas pun sirna.
Meski demikian, Xu tetap memberi semangat kepada rekan setimnya dan menegaskan bahwa tim China akan kembali lebih kuat pada edisi berikutnya.
Bagi Amerika Serikat, emas di Livigno bukan sekadar mempertahankan gelar, tetapi juga menegaskan kebangkitan dan konsistensi mereka di cabang olahraga aerials dalam dua edisi Olimpiade terakhir.
Artikel Tag: olimpiade, Olimpiade Musim Dingin