Kanal

Stephen A. Smith Kritik Ringannya Sanksi Kawhi Leonard

Penulis: Damar Yuliarti
04 Sep 2026, 19:54 WIB

Stephen A. Smith Kritik Ringannya Sanksi Kawhi Leonard - sumber: (mainbasket)

Berita Basket NBA

NBA baru saja menjatuhkan sanksi tegas terkait kasus manipulasi salary cap yang melibatkan Los Angeles Clippers dan bintang mereka, Kawhi Leonard. Meski demikian, analis terkemuka Stephen A. Smith menilai hukuman yang diterima Kawhi terlalu ringan.

Setelah hampir setahun melakukan investigasi, NBA menemukan adanya pola pelanggaran aturan oleh Clippers. Liga mencatat sejumlah kesepakatan komersial yang diduga dilakukan untuk menghindari ketentuan salary cap, melibatkan peran aktif Kawhi Leonard.

Clippers menerima hukuman yang tidak main-main. Klub ini harus membayar denda sebesar 30 juta Dolar AS dan kehilangan lima hak pilih ronde pertama mulai 2029 hingga 2033. Tak hanya itu, pemilik Clippers, Steve Ballmer, juga diskors selama satu tahun penuh.

Sanksi juga menimpa jajaran eksekutif Clippers. Presiden Operasi Bisnis Clippers, Gillian Zucker, diskors satu tahun tanpa gaji. Sedangkan Presiden Operasi Bola Basket Clippers, Frank Lawrence, mendapat skorsing selama enam bulan. Dennis Robertson, manajer bisnis Kawhi, dilarang beraktivitas di NBA selama lima tahun.

Kawhi Leonard hanya didenda 700 ribu Dolar AS, yang jika dikonversi ke rupiah menjadi sekitar Rp12,3 miliar. Denda ini dianggap kecil, hanya sekitar 1,4 persen dari gaji tahunan Kawhi.

Situasi ini membuat Smith terkejut. Dalam acara First Take, ia mempertanyakan mengapa Kawhi hanya mendapatkan hukuman finansial tanpa larangan bermain. "Menurut saya, hukuman untuk Kawhi Leonard seharusnya sangat sederhana. Dia harus diskors selama setahun tanpa bayaran, atau biarkan dia bermain tetapi seluruh uang itu harus dikembalikan," ujar Smith dengan tegas.

Smith menilai, denda 700 ribu Dolar AS tidak akan cukup memberikan efek jera bagi Kawhi, yang memperoleh lebih dari 40 juta Dolar AS per tahun. Ia juga menyoroti rencana kepindahan Kawhi ke Toronto Raptors. Smith berpendapat, transfer ini seharusnya dibatalkan dan Kawhi tetap di Clippers.

Raptors sendiri telah menunda proses transfer Kawhi, menunggu hasil investigasi NBA. Raptors diberi tahu bahwa mereka harus siap menanggung risiko bila investigasi ini berdampak pada status Kawhi.

Bagi Smith, kasus ini lebih dari sekadar Kawhi dan Clippers. Ini adalah soal integritas aturan salary cap NBA. Smith menegaskan, hukuman yang diberikan harus memberikan pesan tegas kepada seluruh tim dan pemain di liga.

Artikel Tag: Kawhi Leonard

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru