Kanal

Sloane Stephens Merasa Aneh Usai Lalui Babak Kualifikasi Australian Open

Penulis: Dian Megane
16 Jan 2026, 11:22 WIB

Sloane Stephens [image: AP]

Berita Tenis: Petenis AS, Sloane Stephens memahami bahwa perjalanan kariernya di dunia tenis tidak pernah berjalan mulus dan dengan Australian Open musim 2026 telah di depan mata, ia semakin menyadari kenyataan tersebut.

Mantan petenis peringkat 3 dunia menggambarkan babak terbaru dalam kariernya sebagai “semakin aneh dan semakin aneh.”

Setelah berjuang melawan serangkaian cedera, menepi dari turnamen WTA, dan perjalanan yang langka melalui babak kualifikasi, petenis AS tiba di Melbourne dengan sudut pandang baru yang memprioritaskan pengalaman daripada ekspektasi.

Berbicara kepada tennis.com setelah memastikan diri akan tampil di Australian Open, ia merenungkan ketidakpastian kariernya dengan humor dan kejujuran.

“Dalam karier saya, saya mengalami pasang surut yang menyenangkan, tidak menyenangkan, antiklimaks, semua hal itu. Itu bagian dari kehidupan dan perjalanan,” ungkap Stephens sambil tersenyum.

Ia juga menambahkan tentang perasaan tidak familiar melakoni babak kualifikasi langsung terasa.

“Saya hanya mengatakan kepada pelatih saya sebelumnya bahwa seluruh perjalanan tenis ini semakin aneh saja,” canda Stephens.

Juara US Open musim 2017 mengakui bahwa ia harus mempelajari kembali dasar-dasar jadwal kualifikasi dengan menyatakan, “Rasanya aneh berada di babak kualifikasi dan bertanya-tanya bagaimana cara kerjanya. Saya bahkan tidak tahu bahwa kami bermain berturut-turut dari kemarin sampai hari ini.”

“Ada begitu banyak hal yang saya tidak ketahui, tetapi saya berpikir, ‘Saya hanya akan bermain’. Itu aneh, tetapi menyenangkan. Seringkali dalam karier saya, saya tidak takut untuk mencoba, menang atau kalah. Kadang-kadang anda mendapatkan imbalan dan kadang-kadang tidak.”

Dahulu selalu menjadi andalan di babak-babak akhir Grand Slam, petenis AS mencapai puncak kariernya usai lolos ke final French Open musim 2018, sebuah pencapaian yang melambungkan namanya hingga ke peringkat 3 dunia.

Namun dalam beberapa musim terakhir, cedera dan inkonsistensi telah mengubah perjalanan kariernya. Kini berusia 32 tahun, ia telah berurusan dengan masalah pergelangan kaki berkepanjangan yang membatasi waktunya di lapangan, dengan kemenangan di nomor tunggal terakhirnya diraih di Wimbledon musim 2024. Alih-alih memandang periode tersebut sebagai kemunduran semata, ia memperlakukannya sebagai kesempatan untuk memperluas perannya dalam olahraga yang telah ia geluti sepanjang hidupnya.

Selama masa pemulihan dari operasi kaku, ia beralih dengan mulus ke dunia penyiaran, mengambil tugas sebagai analis di Tennis Channel musim 2024 bersama tokoh-tokoh ternama sepeti Tracy Austin dan Paul Annacone.

Kehadirannya di layar kaca meluas pada musim 2025 ketika ia bergabung dengan liputan TNT Sports untuk French Open, berbagi meja dengan ikon seperti Venus Williams dan Andre Agassi. Kemudian pada musim panas, ia memberikan wawasannya pada liputan ESPN untuk US Open.

Perspektif yang lebih luas tersebut telah membentuk bagaimana ia mendekati usahanya untuk kembali ke dunia tenis. Usai tersingkir di babak kedua Wimbledon musim 2024, ia mengalami kekalahan beruntun dalam 13 pertandingan, dengan masalah pergelangan kaki yang berulang memaksanya untuk menarik diri dari beberapa turnamen besar.

Musim 2026 Stephens dimulai dengan kekalahan dari Renata Zarazua di babak pertama ASB Classic, Auckland. Menghuni peringkat 1907 dunia, ia memasuki Australian Open sebagai qualifier.

Artikel Tag: Tenis, australian open, Sloane Stephens

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru