Shane Mosley Jr Tak Prioritaskan Kemenangan KO saat Hadapi Denzel Bentley
Shane Mosley Jr (kanan) dan Denzel Bentley. (Foto: Fight TV)
Shane Mosley Jr. memilih mengincar kemenangan melalui keputusan juri ketimbang kemenangan knockout (KO) saat menghadapi mantan juara dunia Denzel Bentley dalam pertarungan kelas menengah di London, Inggris.
Mosley akan menghadapi Bentley dalam partai tambahan utama (co-main event) Zuffa Boxing 12 di Copper Box Arena, Sabtu (7/11).
Duel utama mempertemukan Chris Billam-Smith dan Chev Clarke dalam pertarungan kelas penjelajah selama 10 ronde. Seluruh rangkaian pertandingan akan disiarkan melalui Paramount+ dan Sky Sports.
Meski banyak pihak mengharapkan kemenangan KO, Mosley justru ingin menyelesaikan pertarungan selama 10 ronde dan membuktikan keunggulannya secara meyakinkan atas Bentley.
"Orang-orang menganggap lucu ketika saya mengatakan itu. Namun, alasannya adalah bagi saya kemenangan seperti itu jauh lebih mengesankan. Bertarung di kandang lawan jauh lebih sulit. Saya bisa saja keluar dan menjatuhkannya, padahal mungkin dia sedang memenangi pertarungan. Itu tidak terlalu mengesankan. Jauh lebih baik jika saya bertinju dengan baik dan mengalahkannya secara jelas," kata Shane Mosley Jr kepada Louis Hart dari The Ring.
Bentley (22-3-1, 18 KO) semula berstatus juara dunia kelas menengah WBO ketika menyepakati pertarungan melawan Mosley (23-5, 13 KO).
Petinju asal London berusia 31 tahun itu sempat meminta pengecualian kepada WBO agar dapat mempertahankan gelarnya melawan Mosley, bukan menghadapi penantang wajib Yoenli Hernandez.
Namun, permintaan tersebut ditolak. WBO kemudian mencabut gelar Bentley pada 30 Oktober.
Shane Mosley Jr, 35 tahun, mengaku kecewa karena kesempatan memperebutkan gelar dunia tidak diberikan kepadanya. Meski demikian, dia menganggap persoalan tersebut sudah berlalu.
"Saya seharusnya mendapatkan pertarungan perebutan gelar itu. Fakta bahwa mereka tidak mengizinkannya memang mengecewakan. Namun, saya tetap bisa menghadapi Denzel Bentley dan ini masih merupakan pertarungan besar," ujarnya.
Bentley sebelumnya merebut gelar interim WBO setelah menghentikan Endry Saavedra pada ronde ketujuh, 4 April.
Dia kemudian menjadi juara penuh pada akhir Juli setelah Janibek Alimkhanuly mengosongkan gelar untuk naik ke kelas menengah super. Bentley pernah menghadapi Alimkhanuly pada November 2022, tetapi kalah angka mutlak.
Mosley datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menghentikan Serhii Bohachuk pada ronde keenam di Las Vegas, 10 Mei.
Kemenangan tersebut menjadi hasil terbaik dalam kariernya. Petinju asal Pomona, California, itu telah memenangi enam dari tujuh pertarungan terakhir.
Putra legenda tinju Shane Mosley Sr. tersebut menilai kemenangan atas Bohachuk membuktikan bahwa dirinya mampu membangun reputasi sendiri, bukan sekadar mengandalkan nama besar ayahnya.
Jika mengalahkan Bentley, Shane Mosley Jr berpeluang menghadapi sejumlah nama besar, termasuk juara IBF Aaron McKenna, pemegang sabuk WBC Carlos Adames, Conor Benn, dan Chris Eubank Jr. Dua nama terakhir menjadi pilihan yang paling menarik baginya.
"Jika saya ingin mendapatkan kesempatan bertarung di Wembley, kemungkinan lawannya adalah Chris Eubank Jr. atau Conor Benn," kata Mosley.
Artikel Tag: Denzel Bentley