Denzel Bentley Puji Ketangguhan Shane Mosley Jr Jelang Duel pada November
Denzel Bentley (kiri) dan Shane Mosley Jr. (Foto: Fight TV)
Denzel Bentley menyadari pertarungannya melawan Shane Mosley Jr. pada 7 November mendatang bukanlah tantangan yang mudah.
Petinju Inggris itu menilai Mosley memiliki ketangguhan dan mental bertarung yang dapat membuat duel mereka berlangsung sengit di Copper Box Arena, London.
Pertarungan tersebut akan menjadi penampilan pertama Bentley setelah menandatangani kontrak promosi dengan Zuffa Boxing.
Namun, duel ini juga berlangsung hanya beberapa hari setelah ia kehilangan status juara dunia kelas menengah WBO.
Bentley (22-3-1, 18 KO) sebelumnya merebut gelar interim WBO setelah mengalahkan petinju Venezuela, Endry Saavedra, pada 4 April.
Ia kemudian dipromosikan menjadi juara penuh pada Juli setelah Janibek Alimkhanuly mengosongkan gelarnya dan naik ke kelas menengah super.
WBO selanjutnya memerintahkan Bentley mempertahankan gelar menghadapi penantang wajib, Yoenli Hernandez.
Pada akhir September, Warriors Boxing memenangkan proses penawaran bayaran atau purse bid dengan nilai 200.000 dolar AS untuk menggelar pertarungan tersebut.
Denzel Bentley sebenarnya menyatakan kesediaannya menghadapi Hernandez.
Namun, permohonannya untuk menjalani satu kali pertahanan sukarela sebelum memenuhi kewajiban menghadapi penantang wajib ditolak.
Dalam situasi berbeda, Mosley Jr. sebenarnya juga merupakan kandidat penantang yang layak.
Petinju Amerika Serikat berusia 35 tahun itu menempati peringkat keenam WBO, peringkat kedua WBA, dan kesembilan WBC.
Pada 10 Mei, Mosley Jr. (23-5, 13 KO) mencuri perhatian setelah menghentikan Serhii Bohachuk pada ronde keenam.
Bentley mengaku menghormati kemampuan dan karakter lawannya. Menurutnya, Mosley memiliki keberanian untuk terus menyerang meskipun menerima pukulan keras.
"Saya pikir dia petinju yang tangguh dan bagus. Dia menyukai pertarungan keras. Ketika dipukul, dia justru terus maju. Kemampuannya mungkin tidak setinggi ayahnya, tetapi dia memiliki keberanian dan daya juang. Itu mungkin memang sudah mengalir dalam darah mereka," kata Bentley kepada Sky Sports.
Ia juga menilai perjalanan karier mereka memiliki kemiripan karena sama-sama terbiasa menghadapi lawan tangguh, baik ketika berhasil maupun gagal meraih kemenangan.
Di luar pertarungan November, Denzel Bentley juga mulai mengincar duel besar pada 2027.
Ia menyambut positif bergabungnya juara dunia WBC Carlos Adames ke dalam kelompok petinju Zuffa Boxing bulan lalu.
Adames (25-1-1, 18 KO) kini bergabung dengan Bentley dan pemegang gelar IBF Aaron McKenna (21-0, 10 KO).
Bentley berharap kesamaan promotor dapat mempermudah terwujudnya pertarungan unifikasi melawan Adames tahun depan.
"Saya sangat menginginkan pertarungan seperti itu. Ketika melihat dia bergabung, saya mungkin lebih senang daripada seharusnya. Dia tentu harus menjalani pertarungan berikutnya dan kewajiban menghadapi penantang wajib. Setelah itu, saya berharap kami bisa bertarung tahun depan," ujarnya.
Denzel Bentley mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengajak Adames bertarung untuk menyatukan gelar melalui media sosial ketika keduanya masih berada di bawah promotor berbeda.
Kini, dengan berada dalam satu naungan Zuffa Boxing, ia optimistis duel tersebut lebih mudah diwujudkan.
Artikel Tag: Carlos Adames, Denzel Bentley