Kanal

Seandainya Ada Jorge Lorenzo, Yamaha-Honda Tak Akan Terpuruk

Penulis: Abdi Ardiansyah
18 Jul 2023, 15:50 WIB

Jorge Lorenzo

Berita MotoGP: Eks pebalap MotoGP, Jorge Lorenzo, menyebut Yamaha dan Honda saat ini bisa tetap ganas seandainya mereka tak mendepak dirinya lebih cepat di masa lalu.

Dua raksasa asal Jepang, Yamaha dan Honda, kini bak macan ompong. Mereka kalah saing dengan pabrikan-pabrikan Eropa, terutama dengan Ducati.

Menjelaskan krisis yang sedang diderita keduanya tak cukup dengan satu alasan. Akan tetapi jika di cari persamaannya, nasib sial Jorge Lorenzo menjadi salah satunya.

Eks pebalap MotoGP tersebut kebetulan punya relasi dengan dengan masing-masing pabrikan sebelum munculnya paceklik yang tak kunjung berakhir. Dengan Yamaha, X-Fuera pernah direkrut sebagai pebalap penguji pada 2020 lalu.

Sayangnya ia hanya bertahan setahun karena beberapa agenda pengujian atau penampilan wildcard harus batal karena pandemi Covid-19. Lorenzo akhirnya hanya berpartisipasi dalam tes pramusim di Sepang pada Februari dan tes privat di Portimao pada Oktober.

Yamaha lalu mendepaknya karena pria berusia 36 tahun itu tak memiliki catatan waktu yang memuaskan. Pabrikan berlogo garpu tala lantas mencari pebalap penguji lain.

"Kelihatannya mereka kehilangan arah. Ini menyedihkan karena saya sebelumnya menjadi pebalap penguji mereka," ucap Lorenzo dilansir dari Crash.net.

"Dengan saya, kita tidak akan pernah tahu, tetapi saya mengenal motornya dan seharusnya bisa membantu mereka menemukan jalan, untuk evolusi dari motornya,” ia mengimbuhkan.

"Akan tetapi, mereka sekarang punya pebalap penguji yang berbeda. Semoga ke depannya mereka bisa menemukan jalan mereka kembali, begitu pula Honda,” lanjut juara dunia MotoGP tiga kali tersebut.

Sementara itu Honda belum terbebas dari masalah pengereman. Kekurangan ini menyebabkan para pengguna motor RC213V terpaksa mengambil risiko lebih besar.

Padahal teknologi kuda besi di ajang kelas utama telah memasuki tahap yang memungkinkan pebalap untuk bisa menunda pengereman mereka selama mungkin. Nyatanya semua wakil pabrikan berlogo sayap tunggal kehilangan satu aspek penting ini.

Menurut Jorge Lorenzo, Honda juga tak seharusnya mengalami nasib buruk jika kariernya di sana berlangsung lebih lama.

"Menurut saya, baik Honda dan Yamaha tidak punya pebalap yang benar-benar sensitif untuk mengembangkan motor yang bisa dikendarai semua orang," ia mengungkapkan.

"Honda dulu mendengarkan saya. Saya pergi ke Jepang untuk mengerjakan sesuatu dan membuat sejumlah perubahan pada motornya,” tambah pria asal Spanyol itu.

"Akan tetapi, saya mengalami kemalangan karena terjatuh di Assen dan itu sungguh melukai diri saya sendiri," tutupnya.

Artikel Tag: Jorge Lorenzo, yamaha, Honda, motogp 2023

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru