Sabuk Lama Terence Crawford Jadi Polemik, WBC Tuai Sorotan Publik
Terence Crawford
Berita Tinju: Terence Crawford kembali menjadi sorotan setelah menyampaikan pandangan kritis terhadap keputusan Dewan Tinju Dunia atau WBC yang menetapkan Christian Mbilli sebagai juara dunia kelas super middleweight. Sabuk tersebut sebelumnya pernah berada dalam penguasaan Crawford sebelum ia memutuskan pensiun dari dunia tinju profesional.
Crawford resmi mengakhiri kariernya pada Desember lalu, menutup perjalanan luar biasa sebagai juara dunia di lima kelas berbeda dan petinju undisputed di tiga divisi. Laga terakhirnya berlangsung pada September di Allegiant Stadium, Las Vegas, saat ia naik dua kelas untuk menantang Canelo Alvarez dan sukses merebut sabuk WBC, WBA, WBO, serta IBF.
Namun, sebelum pengumuman pensiun itu dibuat, Crawford telah kehilangan statusnya sebagai juara WBC. Badan tinju tersebut mencabut sabuknya karena Crawford menolak membayar biaya sanctioning untuk pertarungan melawan Canelo. Sejak saat itu, posisi juara WBC kelas super middleweight berada dalam status transisi.
Pekan ini, WBC resmi mengangkat Christian Mbilli dari juara interim menjadi juara dunia penuh. Keputusan tersebut tidak sepenuhnya diterima Crawford. Melalui unggahan di media sosial, petinju berjuluk Bud itu menyampaikan bahwa Lester Martinez adalah sosok yang lebih layak menyandang gelar tersebut.
“Berikan kesempatan perebutan gelar kepada Lester, menurut saya dia seharusnya sudah menjadi juara saat ini,” tulis Crawford.
Pernyataan itu merujuk pada duel Mbilli kontra Martinez yang berlangsung pada undercard pertarungan Crawford melawan Canelo. Laga perebutan sabuk interim WBC tersebut berakhir dengan hasil imbang split decision yang memicu perdebatan luas, karena banyak pihak menilai Martinez tampil lebih efektif sepanjang pertandingan.
Martinez, petinju asal Guatemala yang belum terkalahkan, masih menempati posisi tinggi dalam peringkat WBC. Dengan rekam jejak tersebut, peluang untuk digelarnya laga ulang melawan Mbilli tetap terbuka, terlebih setelah adanya dukungan terbuka dari sosok sebesar Terence Crawford.
Situasi ini menempatkan WBC dalam sorotan, terutama terkait legitimasi pengangkatan juara dunia penuh. Jika rematch benar-benar terjadi, duel tersebut diyakini akan menjadi penentu sah siapa yang paling pantas menyandang sabuk juara kelas super middleweight secara sportif.
Artikel Tag: Terence Crawford, WBC, Christian Mbilli