Ryan Garcia Pilih Legenda Tinju Ini Sebagai Raja Kelas Welter
Ryan Garcia
Berita Tinju - Ryan Garcia memberikan penilaian menarik mengenai siapa petinju terbaik jika para legenda kelas welter bertemu dalam pertarungan fantasi. Dari sederet nama besar yang pernah menghiasi sejarah tinju, Garcia akhirnya memilih Sugar Ray Leonard sebagai petarung terakhir yang mampu bertahan.
Garcia memberikan pilihannya ketika berbicara kepada Daily Mail Boxing. Ia diminta membandingkan sejumlah ikon tinju dalam skenario pertarungan imajiner, termasuk Manny Pacquiao, Roberto Duran, Errol Spence Jr, Pernell Whitaker, Tommy Hearns, Terence Crawford, Floyd Mayweather Jr dan Sugar Ray Robinson.
Dari seluruh nama tersebut, Leonard menjadi pilihan terakhir Garcia. Keputusan itu cukup beralasan mengingat rekam jejak Leonard yang menempatkannya sebagai salah satu petinju terbaik sepanjang masa.
Leonard bukan hanya sukses di kelas welter. Sepanjang karier profesionalnya, ia mampu menjadi juara dunia di lima divisi, mulai dari kelas welter hingga kelas berat ringan. Kemampuannya menghadapi petinju dengan gaya berbeda membuat namanya tetap menjadi salah satu tolok ukur dalam sejarah olahraga tersebut.
Leonard juga merupakan bagian dari kelompok legendaris yang dikenal sebagai Four Kings bersama Roberto Duran, Tommy Hearns dan Marvin Hagler. Persaingan di antara keempat petinju tersebut menjadi salah satu periode paling ikonik dalam sejarah tinju.
Menariknya, Leonard menjadi satu satunya anggota Four Kings yang berhasil mengalahkan tiga rival lainnya. Ia menang atas Duran dalam pertemuan kedua mereka, mengalahkan Hearns dalam pertarungan perebutan gelar dan menundukkan Hagler melalui keputusan terpisah.
Karier Leonard berakhir dengan catatan 36 kemenangan dari 40 pertandingan profesional. Sebanyak 25 kemenangan diraihnya melalui knockout, sebuah statistik yang semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu petinju elite generasinya.
Sementara itu, Ryan Garcia kini sedang membangun warisannya sendiri di kelas welter. Ia merebut gelar WBC kelas 147 pound setelah mengalahkan Mario Barrios melalui keputusan mutlak pada Februari 2026.
Garcia kemudian dijadwalkan mempertahankan gelarnya untuk pertama kali melawan Conor Benn pada 12 September di T Mobile Arena, Las Vegas. Kemenangan dalam pertarungan tersebut dapat membuka jalan menuju duel unifikasi melawan sejumlah juara kelas welter lainnya.
Nama seperti Teofimo Lopez, Liam Paro dan Devin Haney berpotensi menjadi lawan berikutnya bagi Garcia. Namun sebelum memikirkan pertarungan besar tersebut, Garcia harus terlebih dahulu melewati ujian melawan Benn.
Pilihan Ryan Garcia terhadap Leonard menunjukkan betapa tingginya penghormatan generasi petinju saat ini terhadap legenda tersebut. Di antara deretan nama terbesar yang pernah menghiasi kelas welter, Leonard tetap menjadi pilihan Garcia sebagai petinju yang paling sulit dikalahkan.
Artikel Tag: WBC, kelas welter, kelas berat ringan, Sugar Ray Leonard, Ryan Garcia, conor benn