Ryan Garcia Ingin Bawa Generasi Muda Lebih Dekat dengan Tinju
Pertarungan melawan Benn akan menjadi kesempatan Ryan Garcia membuktikan apakah popularitasnya di media sosial dapat diterjemahkan menjadi pengaruh yang lebih besar di dunia tinju. (Foto: Fight TV)
Ryan Garcia bersiap menghadapi Conor Benn di Las Vegas, Sabtu (12/9), dengan peluang memperkuat statusnya sebagai salah satu bintang terbesar tinju di era media sosial.
Juara kelas welter WBC itu akan mempertahankan gelarnya melawan Benn dalam pertarungan yang juga menjadi ujian penting bagi posisinya sebagai figur utama olahraga tersebut.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Las Vegas mulai pukul 20.00 ET atau Minggu pagi WIB.
Popularitas Ryan Garcia kembali menjadi sorotan setelah video promosi pertarungannya dengan Benn ditonton lebih dari 17 juta kali dalam satu pekan.
Dalam siaran langsung bersama kreator konten Nina Drama, Garcia bahkan menerima panggilan FaceTime dari Dana White yang memberikan ucapan selamat atas kesuksesan promosi tersebut.
White kini terlibat dalam penyelenggaraan pertarungan melalui Zuffa Boxing. Menurutnya, kekuatan Garcia di media sosial dapat membantu menarik penonton muda yang selama ini tidak mengikuti tinju.
Garcia memiliki sekitar 13 juta pengikut di Instagram, sembilan juta di TikTok, serta 1,8 juta pelanggan YouTube.
Ia menilai membangun hubungan dengan generasi muda merupakan bagian penting untuk menjaga perkembangan olahraga tersebut.
"Saya benar-benar berusaha menampilkan diri agar tinju terus berjalan, berkembang, dan dicintai anak-anak seperti ketika saya mencintainya," kata Garcia kepada ESPN.
Garcia, 28 tahun, menyadari dirinya belum sepenuhnya diterima sebagai wajah tinju.
Dalam lima pertarungan terakhir sejak 2023, ia mencatat dua kemenangan, dua kekalahan, dan satu no contest setelah positif menggunakan ostarine, zat peningkat performa.
Namun, kemenangan atas Mario Barrios pada Februari lalu untuk merebut gelar dunia mayor pertamanya memperkuat legitimasi Garcia.
Dalam pertarungan tersebut, ia kembali menjadikan ayahnya, Henry Garcia, sebagai pelatih kepala.
Sebelumnya, Garcia kerap mendapat label "Instagram fighter", julukan untuk petinju yang dianggap lebih fokus membangun popularitas di media sosial daripada prestasi di ring.
Ia bahkan mengakui pernah memperkuat citra tersebut menjelang pertarungan melawan Devin Haney pada 2024.
Kini, menurut Henry, putranya tidak lagi berusaha membuktikan diri kepada para pengkritik. Statusnya sebagai juara dunia membuat fokus Garcia beralih untuk mempertahankan gelarnya.
Ryan Garcia juga menjadi bagian dari generasi yang pernah disebut sebagai "New Four Kings" bersama Teofimo Lopez, Haney, dan Gervonta "Tank" Davis.
Namun, dalam lima tahun terakhir, hanya Garcia yang sudah menghadapi lebih dari satu dari ketiga nama tersebut.
Setelah Benn, Garcia mengincar Lopez yang baru merebut gelar WBA pada Agustus. Ia yakin pertarungan tersebut dapat diwujudkan tanpa kesulitan besar.
Pertarungan melawan Benn akan menjadi kesempatan Garcia membuktikan apakah popularitasnya di media sosial dapat diterjemahkan menjadi pengaruh yang lebih besar di dunia tinju.
Artikel Tag: Ryan Garcia, Mario Barrios, conor benn