Richard Torrez Targetkan Kembali Bertarung Sebelum Akhir Tahun
Richard Torrez menjadikan berbagai keraguan yang muncul setelah kekalahan sebagai motivasi untuk kembali ke level terbaik. (Foto: Fight TV)
Richard Torrez Jr. bertekad kembali naik ring sebelum akhir tahun setelah mengalami kekalahan KO terburuk dalam karier profesionalnya.
Petinju kelas berat Amerika Serikat itu mengaku sedang bekerja keras untuk bangkit setelah dihentikan Frank Sanchez pada Mei lalu.
Torrez terakhir bertarung pada 23 Mei ketika menghadapi Sanchez dalam duel perebutan status penantang wajib gelar IBF di Mesir.
Pertarungan tersebut menjadi ujian terbesar bagi Torrez, tetapi berakhir mengecewakan setelah ia tumbang pada ronde kedua.
Richard Torrez, 27 tahun, belum banyak berbicara sejak kekalahan tersebut. Namun, ia memastikan sedang menjalani latihan keras untuk mempersiapkan comeback.
Ia juga menjadikan berbagai keraguan yang muncul setelah kekalahan sebagai motivasi untuk kembali ke level terbaik.
"Saya belum selesai. Kami akan kembali ke papan gambar. Saya bekerja lebih keras dan berusaha kembali bertarung sebelum akhir tahun," kata Torrez dalam video yang direkam sendiri.
Torrez memiliki rekor 14 kemenangan dan satu kekalahan, dengan 12 kemenangan melalui knockout. Kekalahan dari Sanchez membuat peluangnya mendapatkan pertarungan gelar dunia untuk sementara sirna.
Jika berhasil memenangkan duel tersebut, Torrez seharusnya menjadi penantang berikutnya untuk gelar kelas berat IBF.
Namun, posisi itu kini menjadi milik Sanchez yang menunggu pemenang pertarungan antara Moses Itauma dan Filip Hrgovic untuk memperebutkan gelar dunia kelas berat yang lowong.
Meski demikian, Richard Torrez percaya kesempatan untuk tampil dalam pertarungan besar masih terbuka.
Ia memilih menerima kekalahan tersebut dan menjadikannya bahan evaluasi daripada mencari alasan atas hasil buruk yang dialaminya.
"Banyak hal yang berjalan tidak semestinya. Tetapi saya tidak ingin terlalu banyak membicarakannya karena kalau saya mulai menjelaskan apa yang salah, orang akan mengatakan saya sedang mencari alasan," ujar Torrez.
"Saya memang kalah. Saya memahami kesalahan yang saya lakukan dan bisa memperbaikinya."
Torrez juga memberikan penghargaan kepada Eddy Reynoso, pelatih Sanchez, atas strategi yang diterapkan dalam pertarungan tersebut.
Menurutnya, Reynoso mampu membaca pergerakannya dengan sangat baik hingga menghasilkan kemenangan cepat.
"Salam untuk Eddy Reynoso. Orang itu benar-benar membaca saya seperti buku pada ronde kedua. Saya terkena sebuah pukulan," kata Torrez.
Kekalahan tersebut menjadi kemunduran besar bagi Torrez yang sebelumnya belum pernah merasakan kekalahan sebagai petinju profesional.
Namun, ia kini berusaha meninggalkan hasil tersebut dan kembali membangun kariernya.
Target pertarungan sebelum akhir tahun menjadi langkah awal bagi Torrez untuk memulihkan kepercayaan diri sekaligus membuktikan bahwa kekalahan dari Sanchez tidak mengakhiri ambisinya di kelas berat.