Rachel/Febi Tantang Nomor 1 Dunia Liu/Tan di Semifinal Indonesia Open 2026
Rachel Allesya Rose-Febi Setianingrum/[Foto:PBSI]
Pasangan ganda putri peringkat 14 dunia, Rachel Allesya Rose / Febi Setianingrum berhasil mencapai babak semifinal turnamen Indonesia Open 2026 BWF World Tour Super 1000 setelah menangi derby melawan kompatriotnya di Pelatnas Cipayung, Febriana Dwipuji Kusuma / Meilysa Trias Puspitasari.
Rachel Allesya Rose / Febi Setianingrum berhasil menundukkan Febriana Dwipuji Kusuma / Meilysa Trias Puspitasari lewat pertandingan tiga game dengan skor 8-21, 21-15 dan 21-11, dalam pertandingan yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta, pada Jumat (5/6) malam WIB.
“Pertandingan yang ramai menurut saya. Kami merasa banyak diuntungkan karena menang kalah anginnya terasa dan kami bisa lebih mengontrolnya,” ungkapnya.
“Pastinya bagi kami berempat dengan dukungan penonton di Istora sangat termotivasi. Semakin banyak dukungan, semakin kami mau memberikan yang terbaik,” jelas Rachel.
Selanjutnya di babak semifinal Indonesia Open 2026 pada Sabtu (6/6), jalan terjal harus dilalui Rachel Allessya Rose / Febi Setianingrum saat menghadapi unggulan teratas peringkat 1 dunia asal China, Liu Sheng Shu / Tan Ning.
“Untuk besok kami harus langsung in dalam permainan, tidak boleh terlambat panas. Jaga kondisinya dan pikirannya juga,” pungkas Rachel.
Namun sayang, pasangan ganda putri Merah Putih, Amalia Cahaya Pratiwi / Siti Fadia Silva Ramadhanti gagal melanjutkan langkahnya ke babak empat besar turnamen bergengsi di kandang sendiri Indonesia Open 2026 BWF World Tour Super 1000 setelah menyerah dari unggulan kelima asal Jepang, Yuki Fukushima / Mayu Matsumoto.
Namun, Amalia / Fadia tak memberikan kemenangan dengan mudah kepada Fukushima / Matsumoto karena harus bertarung ketat hingga rubber dengan skor 21-13, 12-21 dan 13-21, dalam pertandingan yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta, pada Jumat (5/6) malam WIB.
“Hari ini walaupun kalah tapi setidaknya kami sudah improve dari pertemuan terakhir,” kata Tiwi.
“Pasangan Jepang mengubah pola permainan di game kedua, karena mereka nggak mau main menyerang seperti yang kami terapkan. Jadi kami lebih banyak bermain reli dan kami kurang sabar,” ungkap Fadia.
“Lawan lebih sabar, dari tempo mainnya. Setelah kami sudah lengah, mereka langsung ubah pola buat dicepetin,” jawab Fadia ketika ditanya soal keunggulan Fukushima/Matsumoto.
Artikel Tag: PBSI, Siti Fadia Silva Ramadhanti, Febriana Dwipuji Kusuma, Amalia Cahaya Pratiwi, Liu Sheng Shu, Meilysa Trias Puspitasari, Febi Setianingrum, Tan Ning, Rachel Allesya Rose, Indonesia Open 2026