Kanal

Qi Mengyao, Sosok yang Antar Italia Raih Emas Bersejarah di Olimpiade 2026

Penulis: Hanif Rusli
12 Feb 2026, 06:48 WIB

Qi Mengyao berpose dengan tim short track putra di pembukaan Olimpiade Milan-Cortina (kiri) dan saat melatih tim putri. (Foto: Instagram)

Sorak-sorai menggema di Milano Ice Skating Arena ketika tuan rumah Italia merebut medali emas nomor estafet campuran short track pada Olimpiade Musim Dingin 2026 pada Selasa (10/2).

Di tepi lintasan, seorang pelatih berkebangsaan China tampak menitikkan air mata sambil berteriak, “Italia, brava!” dan memeluk satu per satu atletnya.

Dialah Qi Mengyao, sosok di balik keberhasilan bersejarah tersebut.

Bagi Qi yang berusia 38 tahun, ini adalah Olimpiade pertamanya sebagai pelatih kepala—dan langsung berbuah emas.

“Saya benar-benar sangat bersemangat. Ini medali emas pertama saya sebagai pelatih, dan final short track pertama di Olimpiade ini,” ujarnya.

Milan-Cortina 2026 juga menjadi edisi pertama Italia meraih kuota penuh Olimpiade di short track. Keberhasilan itu merupakan buah kerja tiga musim Qi bersama tim.

Sejak awal, ia percaya Italia punya peluang meraih medali di nomor estafet, meski mengakui emas adalah target yang sulit.

Italia melaju stabil sejak perempat final hingga semifinal.

Di partai puncak melawan juara bertahan China dan kekuatan tradisional Kanada, para skater tuan rumah tampil tanpa rasa gentar.

Saat China sempat memimpin namun ragu secara taktik, Italia memanfaatkan momentum untuk menyalip dan mempertahankan posisi hingga finis pertama.

Empat tahun lalu di Beijing 2022, Italia meraih perak di nomor ini dan belum pernah menang di World Tour musim ini. Karena itu, emas di kandang sendiri terasa semakin istimewa.

Qi mengungkapkan strategi timnya sederhana namun disiplin: tampil stabil di awal dan menyimpan tenaga untuk lap-lap akhir.

“Kami tidak ingin bertarung terlalu keras di awal. Jika harus menyalip, kami lakukan tanpa gerakan besar. Energi kami simpan untuk akhir,” jelasnya. Hasilnya, Italia melakoni tiga babak tanpa kesalahan maupun insiden.

Lahir di Changchun, Provinsi Jilin, Qi adalah mantan anggota tim nasional China sebelum pensiun akibat cedera pada 2009.

Ia kemudian meniti karier kepelatihan di Kanada sebelum menangani Italia pada 2023. Di bawah arahannya, Italia meraih satu perak dan satu perunggu di Kejuaraan Dunia 2025.

Menggabungkan disiplin Timur dan pendekatan Barat, Qi memegang prinsip sederhana: “Passion is energy”.

Baginya, emas ini bukan sekadar mimpi yang terwujud, melainkan “mimpi di dalam mimpi”—terlebih diraih di kandang sendiri.

Artikel Tag: olimpiade, Olimpiade Musim Dingin, Milano Cortina 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru