Pol Espargaro: KTM Berhak Turunkan Motor Lebih Banyak!
Pol Espargaro
Berita MotoGP: Pol Espargaro menyindir Ducati yang punya total delapan motor dan mampu mendominasi kejuaraan, sedangkan KTM tidak diperbolehkan membuat tim satelit kedua.
Tahun depan Pol Espargaro akan berganti peran menjadi rider penguji KTM dan turun di Grand Prix memakai hak wild card. Semua disebabkan karena kursi utamanya di GasGas Tech3 diserahkan kepada talenta Moto2, Pedro Acosta.
Ia pun sedikit kecewa karena musim depan bakal jarang turun ke lintasan. Polyccio lantas menyindir Ducati yang punya delapan pebalap dan tak tertandingi oleh pabrikan manapun. Sementara itu permintaan KTM membangun tim satelit kedua baru-baru ini ditolak oleh Dorna Sports selaku promotor MotoGP.
“Saya memahami bahwa Pierer Mobility Group menginginkan lebih banyak motor di lintasan, tapi itu tidak mudah,” ucap Espargaro, disadur dari Crash.
“Anda tidak bisa mengharapkan apapun yang Anda inginkan, Anda akan mendapatkannya. Ada sebuah proses (untuk mendapatkan lebih banyak tempat grid) dan Anda harus melalui prosesnya,” jelasnya.
“(Tetapi) jika Anda bertanya kepada saya secara pribadi, Pierer Mobility Group pasti berhak mendapatkan lebih banyak kursi di kategori tersebut. Karena ada pabrikan lain yang punya delapan motor di lintasan, yang kini menjadi pabrikan terbaik saat ini. Dan saya pikir itu karena delapan motor yang ada di lintasan.”
“Dan ini juga tidak adil bagi pabrikan lain, dan bagi seluruh pebalap, karena sebenarnya, kejuaraan akan banyak berubah jika beberapa pebalap Ducati menggunakan motor lain. Jadi dengan pemikiran seperti itu, saya yakin jika Pierer Mobility Group mendapat kursi lagi, itu akan adil,” tegas pria asal Spanyol tersebut.
MotoGP sejatinya punya dua tempat kosong yang baru saja ditinggalkan Suzuki pada penghujung musim 2022. Namun Dorna Sports mensyaratkan pabrikan baru untuk mengisi kekosongan tersebut.
Artikel Tag: Pol Espargaro, ktm, GasGas, Tech3, motogp 2023