Pengakuan Jujur Marc Marquez, Cedera Pernah Bikin Trauma ke MotoGP
Marc Marquez sempat menjalani perawatan dan harus absen panjang.
Berita MotoGP - Marc Marquez mengungkap sisi paling kelam dalam perjalanan kariernya di MotoGP. Rentetan cedera serius yang dialaminya bahkan sempat membuat juara dunia tujuh kali itu kehilangan semangat untuk kembali menginjakkan kaki di paddock.
Marc Marquez dikenal sebagai salah satu pembalap terbaik sepanjang sejarah MotoGP. Namun, di balik tujuh gelar juara dunia yang telah diraihnya, pembalap Ducati itu menyimpan pengalaman pahit yang nyaris membuatnya meninggalkan dunia balap.
Dalam wawancara bersama DAZN yang dikutip Motorsport España, Marquez mengaku pernah mengalami masa ketika dirinya tidak ingin kembali ke paddock MotoGP. Penyebabnya bukan kehilangan motivasi untuk membalap, melainkan karena paddock selalu mengingatkannya pada rasa sakit akibat cedera yang berulang.
"Ada masa ketika saya tidak ingin menginjakkan kaki di paddock karena saya selalu mengaitkannya dengan rasa sakit," ujar Marquez.
Pembalap berusia 33 tahun itu memang berkali kali mengalami cedera serius dalam beberapa musim terakhir. Cedera lengan kanan yang bermula pada MotoGP Spanyol 2020 menjadi titik balik kariernya dan memaksanya menjalani beberapa operasi serta melewatkan banyak balapan. Selain itu, Marquez juga beberapa kali menjalani operasi bahu akibat cedera yang terus kambuh, termasuk setelah kecelakaan hebat pada Sprint MotoGP Prancis musim ini.
Meski demikian, Marquez berhasil bangkit. Seusai menjalani pemulihan, ia tampil kompetitif bersama Ducati dan mencatatkan kemenangan beruntun di MotoGP Hungaria serta MotoGP Ceko sebelum finis ketujuh pada seri Belanda di Assen.
Marquez menegaskan bahwa targetnya saat ini bukan lagi sekadar mengejar rekor gelar juara dunia. Baginya, menikmati setiap balapan jauh lebih penting dibanding menambah koleksi trofi.
"Tentu saya akan sangat bangga jika bisa meraih gelar juara dunia ke-10. Tetapi apakah saya pensiun dengan sembilan atau sepuluh gelar, itu tidak akan mengubah hidup saya."
"Saya hanya ingin mengakhiri karier dengan menikmati balapan. Saya tidak ingin pensiun karena merasa jenuh atau kehabisan semangat terhadap MotoGP," lanjutnya.
Saat ini peluang Marquez dalam perebutan gelar MotoGP 2026 masih terbuka. Usai seri Belanda, ia berada di peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 153 poin atau terpaut 40 poin dari Jorge Martin yang memimpin klasemen.
Dengan lebih dari separuh musim masih tersisa dan performanya yang terus meningkat sejak kembali dari cedera, Marc Marquez tetap menjadi salah satu kandidat kuat dalam persaingan menuju gelar juara dunia. Ducati juga telah menunjukkan kepercayaan penuh kepadanya dengan memperpanjang kontrak hingga akhir musim MotoGP 2028.
Artikel Tag: Marc Marquez, Ducati, MotoGP 2026