Bos Ducati Akui Perebutan Gelar MotoGP 2026 Makin Sulit Diprediksi
Marc Marquez bersama dengan Gerneral Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna.
Berita MotoGP - Ducati memang gagal tampil dominan pada MotoGP Belanda 2026 di Assen. Namun hasil tersebut justru membuat persaingan perebutan gelar juara dunia semakin sengit dengan selisih poin antarpembalap papan atas yang kini semakin tipis.
Ducati harus menerima kenyataan pahit setelah gagal mendominasi MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen. Untuk pertama kalinya dalam beberapa seri terakhir, tim pabrikan asal Italia itu pulang tanpa satu pun podium balapan utama.
Meski demikian, General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, menilai hasil tersebut justru membuat persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin menarik. Menurutnya, klasemen kini benar-benar terbuka dengan munculnya lebih banyak kandidat penantang.
Sebelum Assen, skuad asal Borgo Panigale ini tampil impresif dengan menyapu empat kemenangan beruntun. Marc Marquez menyumbang tiga kemenangan Grand Prix, sedangkan Francesco Bagnaia meraih satu kemenangan.
Namun tren positif itu terhenti di Belanda. Marc Marquez hanya mampu finis ketujuh, sementara Bagnaia gagal menyelesaikan balapan karena mengalami masalah teknis saat sedang berada di posisi empat.
Sebaliknya, Aprilia tampil luar biasa sepanjang akhir pekan. Mereka menguasai sesi kualifikasi dengan menempatkan empat motor di posisi terdepan, kemudian meraih kemenangan ganda bersama Trackhouse Racing pada Sprint Race, sebelum menyapu bersih podium Grand Prix melalui Ai Ogura, Raul Fernandez, dan Jorge Martin.
"Untuk tim pabrikan, ini adalah Grand Prix yang berjalan cukup biasa. Kami tetap membalap dengan penuh determinasi meski gagal naik podium," tulis Dall'Igna.
"Kami tidak mampu menjadi protagonis seperti yang selama ini menjadi standar Ducati. Namun setelah Assen, klasemen kejuaraan kini benar-benar terbuka dengan hadirnya beberapa penantang baru."
Di tengah hasil kurang memuaskan tim pabrikan, Dall'Igna tetap memberikan apresiasi kepada Fabio Di Giannantonio. Pembalap Pertamina Enduro VR46 itu menjadi wakil Ducati terbaik setelah finis ketiga pada Sprint Race dan keempat di balapan utama. Hasil tersebut membuat Di Giannantonio tetap menjadi rider penunggan Desmosedici GP dengan posisi tertinggi di klasemen sementara, hanya terpaut 16 poin dari Jorge Martin.
Dall'Igna juga memuji perjuangan Alex Marquez yang mampu finis kelima meski baru kembali dari cedera serius yang dialaminya di GP Catalunya.
"Di Giannantonio kembali menunjukkan kecepatannya. Ia tampil luar biasa dengan mampu bangkit setelah menjalani hukuman dan merebut kembali posisinya. Sementara Alex Marquez memperlihatkan mental seorang petarung. Setelah semua yang dialaminya, mampu finis tepat di belakang Di Giannantonio adalah sesuatu yang luar biasa."
Meski Ducati tertinggal 22 poin dari Aprilia pada klasemen konstruktor, Dall'Igna menegaskan timnya tidak akan larut dalam kekecewaan. Ia meminta seluruh anggota tim segera mengalihkan fokus ke MotoGP Jerman di Sachsenring pada 10 hingga 12 Juli, yang menjadi seri terakhir sebelum jeda musim panas.
Artikel Tag: Ducati, Gigi Dall'igna, MotoGP 2026