Kanal

Patrick Habirora KO Benson Henderson dalam 20 Detik di PFL Brussels

Penulis: Hanif Rusli
24 Mei 2026, 19:46 WIB

Patrick Habirora menghentikan perlawanan Henderson lewat knockout cepat pada partai utama kelas welter. (Foto: Fight TV)

Petarung Belgia Patrick Habirora mencuri perhatian dunia MMA setelah mencetak kemenangan sensasional atas mantan juara UFC dan WEC Benson Henderson.

Ia melakukannya hanya dalam waktu 20 detik pada ajang PFL Brussels, Sabtu (23/5) waktu setempat.

Habirora yang tampil di hadapan publik sendiri di ING Arena, Brussels, langsung menghentikan perlawanan Henderson lewat knockout cepat pada partai utama kelas welter.

Petarung berusia 25 tahun itu mendapat sambutan meriah sejak memasuki arena.

Sorakan penonton terus terdengar sepanjang walkout hingga awal pertarungan, dengan chant “Patrick! Patrick!” menggema di dalam arena.

Namun duel tersebut berakhir jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.

Habirora menjatuhkan Henderson dengan pukulan keduanya dalam laga, sebuah hook kiri keras yang membuat mantan juara UFC itu terjatuh telungkup ke kanvas.

Saat penonton bersorak keras, Habirora langsung menambah dua hammer fist sebelum wasit Mike Beltran menghentikan pertandingan.

Kemenangan tersebut memperpanjang rekor sempurna Patrick Habirora menjadi sembilan kemenangan tanpa kalah.

Ini juga menjadi knockout ketujuh secara beruntun dan kemenangan ronde pertama keempat berturut-turut bagi petarung asal Belgia tersebut.

Meski belum lama berkarier profesional, Habirora mulai mencuri perhatian di level internasional.

Ia baru menjalani debut profesional MMA pada Januari 2024, sementara Henderson terakhir kali bertarung sekitar 10 bulan sebelumnya.

Pertarungan itu juga mempertemukan dua generasi berbeda di MMA. Henderson yang kini berusia 42 tahun pernah menjadi juara lightweight UFC pada 2012 setelah mengalahkan Frankie Edgar. Saat itu, Habirora masih berusia 10 tahun.

Usai kemenangan besar tersebut, Habirora tetap menunjukkan rasa hormat kepada Henderson dan menyampaikan pesan perdamaian di tengah situasi dunia yang penuh konflik.

“Ini adalah olahraga. Benson dan saya mungkin nanti malam bisa duduk bersama dan berbagi minuman,” kata Patrick Habirora melalui penerjemah bahasa Prancis.

“Kami bukan musuh di dunia yang penuh perang dan konflik. Kami menggunakan platform ini untuk menyampaikan bahwa semua orang harus saling menghormati,” lanjutnya.

Setelah itu, Habirora langsung melontarkan tantangan kepada nama besar lain di dunia combat sports, Mike Perry.

Perry merupakan mantan petarung UFC yang kini aktif di bare-knuckle boxing dan baru saja meraih kemenangan atas Nate Diaz pada pekan lalu.

“Saya dengar mereka membicarakan Mike Perry. Jika dia datang ke PFL, ayo kita bertarung,” ujar Habirora.

Kemenangan atas Henderson menjadi pencapaian terbesar dalam karier Patrick Habirora sejauh ini dan memperkuat statusnya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa.

Sementara itu, Henderson harus menerima kekalahan ke-13 dalam karier profesionalnya. Petarung asal Glendale, Arizona, tersebut kini memiliki rekor 30 kemenangan dan 13 kekalahan.

Artikel Tag: UFC, MMA

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru