Oleksandr Usyk Ungkap Satu Lawan yang Tak Pernah Ia Hormati
Oleksandr Usyk
Berita Tinju: Oleksandr Usyk memiliki reputasi sebagai petinju yang selalu menunjukkan rasa hormat kepada lawannya di atas ring. Bahkan dalam berbagai pertarungan besar sepanjang kariernya, petinju asal Ukraina itu jarang terlibat konflik personal dengan rival yang dihadapinya.
Karier Usyk sendiri dipenuhi prestasi besar di dua divisi berbeda. Ia pertama kali mengukir sejarah saat menjadi juara dunia tak terbantahkan di kelas cruiserweight. Gelar tersebut ia raih setelah memenangkan turnamen World Boxing Super Series pada 2018, sebuah kompetisi yang mempertemukan para juara dunia di divisi tersebut.
Dalam perjalanan menuju status undisputed, Usyk menaklukkan sejumlah nama besar di kandang lawan. Ia merebut gelar WBO di Polandia, kemudian melanjutkan dominasi dengan kemenangan di Latvia dan Rusia dalam babak semifinal serta final turnamen tersebut. Setelah menguasai seluruh sabuk utama di kelas cruiserweight, Usyk mempertahankan statusnya dengan mengalahkan Tony Bellew sebelum akhirnya naik ke kelas berat.
Di divisi heavyweight, Usyk kembali mencatat sejarah. Ia sukses mengalahkan Anthony Joshua dua kali untuk merebut gelar juara dunia, lalu melanjutkan dominasinya dengan kemenangan penting atas Tyson Fury dan Daniel Dubois. Prestasi itu menjadikannya petinju pertama yang mampu menjadi juara dunia tak terbantahkan di era empat sabuk utama kelas berat.
Meski sering menghadapi lawan dengan gaya provokasi tinggi, Usyk dikenal tetap tenang dan tidak mudah terpancing. Tyson Fury misalnya, beberapa kali mencoba memancing perang kata kata sebelum pertarungan mereka, namun Usyk memilih tetap bersikap santai dan menghormati rivalnya.
Namun dalam sebuah wawancara bersama DAZN Boxing, Oleksandr Usyk mengakui ada satu petinju yang membuatnya benar benar kesal. Sosok tersebut adalah Marco Huck, mantan juara dunia kelas cruiserweight asal Jerman yang pernah ia hadapi pada 2017.
“Kelemahan saya adalah saya mencintai orang lain. Saya selalu menghormati dan menyukai lawan saya. Tetapi hanya ada satu petinju yang tidak saya sukai, yaitu Marco Huck,” kata Usyk.
Ia menjelaskan alasannya secara tegas.
“Dia pria yang tidak baik, karena pernah mengatakan hal buruk tentang ibu saya,” ujarnya.
Pertarungan antara Usyk dan Huck berlangsung panas sejak masa promosi. Saat itu Huck merupakan mantan juara dunia berpengalaman yang sempat mencatatkan 13 kali pertahanan gelar WBO di kelas cruiserweight, salah satu rekor terpanjang di divisi tersebut.
Usyk bahkan sempat mengatakan bahwa ia akan “mengubur” Huck di atas ring. Janji tersebut akhirnya terbukti ketika keduanya bertemu di Max Schmeling Hall, Berlin. Dalam laga perempat final World Boxing Super Series itu, Usyk berhasil menghentikan Huck melalui KO pada ronde ke 10 di hadapan pendukung lawannya sendiri.
Kini Huck yang telah berusia lebih dari 40 tahun masih aktif bertinju di kelas berat, meski tidak lagi bersaing di level elite. Sementara Oleksandr Usyk terus memperkuat statusnya sebagai salah satu petinju terbaik generasi modern.
Artikel Tag: Marco Huck, oleksandr usyk, Tinju kelas penjelajah, Heavyweight