Oleksandr Usyk Selamat dari Kejutan Rico Verhoeven di Piramida Giza
Rico Verhoeven (kanan) terpana ketika wasit menghentikan pertarungannya melawan Oleksandr Usyk. (Foto: Fight TV)
Oleksandr Usyk nyaris mengalami kekalahan mengejutkan sebelum akhirnya meraih kemenangan TKO kontroversial atas Rico Verhoeven pada ronde ke-11.
Dalam pertarungan kelas berat yang digelar di depan Piramida Giza, Mesir, Sabtu (23/5) waktu setempat, petinju asal Ukraina itu sempat kesulitan menghadapi perlawanan Verhoeven, kickboxer asal Belanda yang dikenal sebagai salah satu atlet terbaik dalam sejarah Glory Kickboxing.
Hingga ronde-ronde akhir, duel berlangsung ketat dengan dua juri memberikan skor imbang 95-95, sementara satu juri lainnya menempatkan Verhoeven unggul 96-94.
Usyk akhirnya membalikkan keadaan pada detik-detik terakhir ronde ke-11. Sebuah pukulan uppercut kanan membuat Verhoeven terjatuh dan kehilangan pelindung mulutnya.
Meski mampu bangkit dalam kondisi goyah dengan sisa sekitar 10 detik, Verhoeven langsung dihujani kombinasi pukulan keras dari Usyk.
Wasit Mark Lyson kemudian menghentikan pertarungan pada waktu 2 menit 59 detik ronde ke-11, keputusan yang memicu protes dari kubu Verhoeven karena dianggap terlalu cepat.
“Pertarungannya sulit, tetapi saya hanya bertinju. Uppercut kanan itu yang menjadi pembeda,” kata Oleksandr Usyk usai laga.
Verhoeven tampil mengejutkan sepanjang pertarungan. Dengan bobot 258,7 pound, ia unggul ukuran tubuh dibanding Usyk yang memiliki berat 233,3 pound.
Namun bukan hanya faktor fisik yang membuat Usyk kesulitan, melainkan juga gaya bertarung tak ortodoks Verhoeven yang sulit dibaca.
Sejak ronde awal, Verhoeven terus bergerak agresif sambil melancarkan pukulan kanan keras ke arah juara dunia sejati tersebut.
Usyk tampak lambat dan kesulitan menemukan ritme pada paruh pertama pertarungan.
Momentum sempat berubah pada ronde ketiga ketika Usyk mendaratkan uppercut keras yang membuat Verhoeven goyah.
Namun petarung Belanda itu mampu bertahan dan kembali tampil agresif pada ronde-ronde berikutnya.
Semakin laga berjalan, peluang terjadinya kejutan besar mulai terlihat.
Verhoeven terus menekan dan menjaga tempo tinggi, sementara Usyk belum menunjukkan dominasi seperti saat menghadapi Anthony Joshua, Tyson Fury, maupun Daniel Dubois.
Meski demikian, pengalaman Oleksandr Usyk akhirnya menjadi penentu.
Uppercut yang terus ia persiapkan sepanjang laga akhirnya tepat sasaran pada ronde ke-11 dan membuka jalan menuju kemenangan.
Secara statistik, kedua petarung tampil seimbang. Usyk mendaratkan 112 pukulan dari 499 percobaan, sedangkan Verhoeven mencatat 113 pukulan dari 508 percobaan.
Seusai laga, Verhoeven mengaku kecewa dengan keputusan penghentian pertandingan, tetapi tetap menghormati wasit.
“Saya pikir penghentiannya terlalu cepat. Wasit sebenarnya bisa membiarkan ronde selesai, tetapi keputusan itu bukan di tangan saya,” ujar Verhoeven.
Oleksandr Usyk kini disebut memiliki dua opsi laga berikutnya, yakni rematch melawan Verhoeven atau menghadapi Agit Kabayel dalam duel kelas berat berikutnya.
Artikel Tag: oleksandr usyk