Kanal

Yuma Kagiyama, Bintang Seluncur Indah Olimpiade Jepang yang Tampil Memukau

Penulis: Hanif Rusli
08 Feb 2026, 20:24 WIB

Yuma Kagiyama tampil memukau dan mengungguli bintang Amerika Serikat Ilia Malinin, yang sebelumnya difavoritkan memimpin kompetisi. (Foto: AP)

Penampilan Yuma Kagiyama menjadi sorotan dalam nomor short program seluncur indah putra di Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026.

Atlet Jepang itu tampil memukau dan mengungguli bintang Amerika Serikat Ilia Malinin, yang sebelumnya difavoritkan memimpin kompetisi.

Malinin, yang dijuluki “Quad God” karena kemampuannya melakukan lompatan quadruple axel, mencatat skor 98,00 setelah melakukan beberapa kesalahan teknis.

Sementara itu, Kagiyama tampil bersih dan elegan untuk meraih 108,67 poin, unggul lebih dari 10 poin dan mengambil alih pusat perhatian.

Yuma Kagiyama dikenal sebagai salah satu talenta terbaik dalam seluncur indah dunia.

Atlet kelahiran Nagoya, Jepang, itu merupakan peraih dua medali perak Olimpiade serta tiga kali peraih medali perak Kejuaraan Dunia.

Ia mendapat pujian karena teknik skating yang rapi, gerakan halus, dan konsistensi tinggi dalam setiap penampilan.

Bakat Kagiyama sudah terlihat sejak kecil. Ia mulai berlatih seluncur indah pada usia lima tahun di Kazakoshi Park Ice Arena, tempat ayahnya, Masakazu Kagiyama, bekerja sebagai pelatih.

Sang ayah sendiri merupakan mantan atlet Olimpiade dua kali dan pernah menjuarai kejuaraan nasional Jepang sebanyak tiga kali.

Karier Yuma Kagiyama di level senior mulai menanjak sejak 2020, ketika ia berusia 17 tahun.

Ia langsung mencuri perhatian dengan meraih posisi kedua di Kejuaraan Dunia 2021, di bawah para juara Olimpiade seperti Yuzuru Hanyu dan Nathan Chen.

Penampilan tersebut membawanya tampil di Olimpiade Beijing 2022, di mana ia meraih medali perak nomor individu serta perak nomor beregu bersama Jepang.

Setelah Olimpiade Beijing, Kagiyama terus menunjukkan konsistensi dengan meraih medali di Kejuaraan Dunia 2023, 2024, dan 2025.

Ia juga memenangkan gelar nasional Jepang pertamanya pada 2024, menjadikannya bersama sang ayah sebagai salah satu pasangan ayah-anak yang sama-sama pernah menjadi juara nasional Jepang.

Kini berusia 22 tahun dengan tinggi sekitar 160 cm, Kagiyama mungkin tidak sebesar beberapa rivalnya, tetapi teknik dan presisinya menjadikannya salah satu pesaing paling berbahaya di dunia seluncur indah.

Penampilan gemilangnya di Milano-Cortina semakin menegaskan posisinya sebagai kandidat kuat peraih emas Olimpiade di masa depan.

Artikel Tag: Olimpiade Musim Dingin, Milano Cortina 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru