Kanal

Trump Kritik Pernyataan Kontroversial Atlet Olimpiade AS Hunter Hess

Penulis: Hanif Rusli
09 Feb 2026, 19:08 WIB

Hunter Hess mengaku memiliki perasaan campur aduk saat tampil membawa bendera Amerika Serikat. (Foto: AP)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap atlet Olimpiade Hunter Hess setelah pernyataannya mengenai kebijakan pemerintah memicu kontroversi di Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026.

Trump mengatakan sulit mendukung atlet yang berbicara menentang kebijakan pemerintahannya, bahkan menyebut Hess sebagai “pecundang” dalam unggahan di media sosialnya, Minggu (8/2).

Kontroversi bermula ketika sejumlah atlet Amerika ditanya wartawan dalam konferensi pers mengenai perasaan mereka mewakili negara di tengah kebijakan penegakan imigrasi yang lebih ketat.

Hunter Hess mengaku memiliki perasaan campur aduk saat tampil membawa bendera Amerika Serikat.

Ia menegaskan bahwa keikutsertaannya di Olimpiade lebih ditujukan untuk menghormati orang-orang yang telah mendukung perjalanan kariernya.

“Jika sejalan dengan nilai moral saya, saya merasa mewakilinya. Hanya karena saya mengenakan bendera bukan berarti saya mewakili semua yang terjadi di Amerika,” kata Hess.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras di media sosial.

YouTuber yang beralih menjadi petinju, Jake Paul, termasuk di antara tokoh publik yang mengkritik Hess. Ia menulis bahwa siapa pun yang tidak ingin mewakili negaranya sebaiknya tinggal di tempat lain.

Tak lama kemudian, Paul terlihat duduk bersama Wakil Presiden AS JD Vance saat menyaksikan pertandingan hoki es putri di Milan.

Trump kemudian ikut menanggapi polemik tersebut dengan mengatakan Hess seharusnya tidak mengikuti seleksi tim nasional jika tidak ingin mewakili negaranya.

Pernyataan itu semakin memperluas perdebatan publik mengenai kebebasan berekspresi atlet di panggung internasional.

Hunter Hess bukan satu-satunya atlet yang menyuarakan pandangan pribadi.

Atlet freestyle Chris Lillis mengaku sedih melihat situasi di Amerika Serikat, sementara atlet seluncur indah Amber Glenn menyebut komunitas LGBTQ+ menghadapi masa sulit dalam beberapa tahun terakhir.

Glenn juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak pesan kebencian dan ancaman setelah berbicara kepada media.

Komite Olimpiade dan Paralimpiade Amerika Serikat (USOPC) menyatakan pihaknya menyadari meningkatnya pesan bernada kasar dan berbahaya yang ditujukan kepada atlet, serta berkomitmen melindungi keselamatan mereka baik di dalam maupun di luar arena pertandingan.

Isu politik dan sosial yang ikut mewarnai Olimpiade kali ini menunjukkan bahwa panggung olahraga internasional sering kali tidak terlepas dari dinamika politik di dalam negeri para atlet.

Artikel Tag: Olimpiade Musim Dingin, Milano Cortina 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru