Paralimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 Catat Berbagai Momen Ikonik
Dengan total 24 medali dari edisi musim panas dan musim dingin, Oksana Masters memperkuat statusnya sebagai atlet Paralimpiade Musim Dingin tersukses AS. (Foto: AP)
Paralimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 menghadirkan berbagai kisah bersejarah dan momen inspiratif selama 10 hari kompetisi yang mempertemukan 611 atlet dari 55 negara.
Ajang yang bertepatan dengan peringatan 50 tahun Paralimpiade Musim Dingin itu berlangsung di beberapa lokasi di Italia, termasuk Milano, Cortina d’Ampezzo, dan Val di Fiemme.
Sejumlah cabang olahraga seperti para hoki es, ski alpen, ski lintas alam, hingga curling kursi roda menyuguhkan persaingan sengit sepanjang turnamen.
Salah satu sorotan utama datang dari atlet Amerika Serikat Oksana Masters yang kembali menambah koleksi medalinya.
Atlet berusia 36 tahun itu meraih emas pada nomor para biathlon sebelum menambah tiga emas dan satu perunggu di ski lintas alam.
Hasil tersebut membuat Masters kini mengoleksi total 24 medali Paralimpiade dari edisi musim panas dan musim dingin, sekaligus memperkuat statusnya sebagai atlet Paralimpiade Musim Dingin tersukses Amerika Serikat.
Austria juga mencatat prestasi menonjol melalui pasangan kakak beradik Johannes Aigner dan Veronika Aigner. Keduanya menyumbang total sembilan medali bagi negaranya dari cabang ski alpen kategori tunanetra.
Johannes Aigner meraih tiga medali emas dari nomor downhill, super-G, dan slalom raksasa, sementara sang kakak Veronika mempertahankan gelar slalom raksasa serta menambah emas di nomor alpine combined, downhill, dan slalom.
Paralimpiade Milano Cortina 2026 juga menghadirkan momen bersejarah bagi beberapa negara. Brasil dan Latvia untuk pertama kalinya meraih medali Paralimpiade Musim Dingin.
Cristian Westemaier Ribera membawa pulang perak bagi Brasil pada nomor sprint duduk ski lintas alam putra.
Sementara Latvia mencatat sejarah melalui cabang curling kursi roda setelah meraih perunggu pada nomor ganda campuran.
Italia juga merayakan kesuksesan melalui Emanuel Perathoner yang meraih emas pada nomor para snowboard cross kategori SB-LL2.
Atlet berusia 39 tahun itu sebelumnya pernah berkompetisi sebagai atlet Olimpiade sebelum beralih ke Paralimpiade.
Selain itu, atlet Jepang Fukunishi Akari mencatat sejarah sebagai salah satu perempuan yang tampil di cabang para hoki es, yang merupakan nomor tim campuran pada Paralimpiade.
Kisah unik lainnya datang dari Ralf Etienne yang menjadi atlet Paralimpiade Musim Dingin pertama dari Haiti. Ia berkompetisi pada nomor slalom raksasa berdiri di Cortina d’Ampezzo.
Di cabang curling kursi roda, China juga mencatat sejarah dengan memenangkan medali emas pertama pada nomor ganda campuran melalui pasangan Wang Meng dan Yang Jinqiao.
Sementara itu, atlet Prancis Cécile Hernandez memperpanjang tradisi podium Paralimpiade setelah mempertahankan gelar snowboard cross kategori SB-LL2, menambah koleksi medalinya menjadi lima sepanjang karier.
Artikel Tag: paralimpiade