Alex Zanardi Dimakamkan, Dunia Balap dan Paralimpiade Berduka
Alex Zanardi meninggal dunia pada usia 59 tahun setelah perjuangan panjang akibat cedera serius. (Foto: AP)
Ribuan pelayat menghadiri prosesi pemakaman mantan pembalap Formula 1 dan peraih medali emas Paralimpiade, Alex Zanardi, yang berlangsung di sebuah basilika di Padua, Italia, pada Selasa (5/5) waktu setempat.
Zanardi meninggal dunia pada usia 59 tahun setelah perjuangan panjang akibat cedera serius.
Suasana haru menyelimuti upacara tersebut, dengan sepeda tangan (handbike) milik Zanardi ditempatkan di dekat altar sebagai simbol perjalanan hidupnya di dunia olahraga setelah mengalami disabilitas.
Rekan-rekan setimnya di cabang handcycling duduk di barisan depan bersama istri Zanardi, Daniela, serta putranya, Niccolò.
Sejumlah tokoh penting turut hadir memberikan penghormatan terakhir, termasuk CEO Formula 1 Stefano Domenicali, legenda ski Italia Alberto Tomba, serta atlet Paralimpiade Bebe Vio.
Selain itu, sejumlah pejabat dan tokoh publik juga tampak hadir dalam prosesi tersebut.
Zanardi dikenal luas sebagai sosok inspiratif yang mampu bangkit dari berbagai tragedi dalam hidupnya. Pada 2001, ia kehilangan kedua kakinya akibat kecelakaan balap mobil di Jerman. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikannya untuk terus berprestasi.
Ia kemudian beralih ke olahraga handcycling dan mencatatkan prestasi luar biasa di ajang Paralimpiade.
Alex Zanardi meraih empat medali emas dan dua perak pada Paralimpiade 2012 di London dan 2016 di Rio de Janeiro.
Selain itu, ia juga berpartisipasi dalam New York City Marathon serta mencatat rekor di ajang Ironman untuk kategori atlet disabilitas.
Sebelumnya, Zanardi juga memiliki karier cemerlang di dunia balap mobil. Ia meraih dua gelar juara CART pada 1997 dan 1998 di Amerika Serikat serta sempat berkompetisi di Formula 1.
Pada 2020, Zanardi kembali mengalami kecelakaan serius saat mengikuti lomba estafet handbike di Tuscany.
Ia bertabrakan dengan truk dari arah berlawanan, yang menyebabkan cedera parah pada bagian wajah dan kepala hingga harus menjalani koma medis dalam waktu lama.
Salah satu pelayat terlihat mengangkat poster bertuliskan “Farewell Alex, your legend will never die,” mencerminkan rasa kehilangan mendalam dari para penggemar.
Kepergian Alex Zanardi meninggalkan duka mendalam bagi dunia olahraga internasional.
Ia dikenang bukan hanya sebagai atlet berprestasi, tetapi juga sebagai simbol ketangguhan dan semangat juang yang menginspirasi banyak orang di seluruh dunia.
Artikel Tag: paralimpiade, Alex Zanardi