Padel vs Tenis: Simak Perbedaan Alat, Lapangan, dan Aturannya
Perbedaan Padel dan Tenis
Padel kini tengah menjadi tren olahraga baru yang digandrungi di Indonesia. Sekilas, olahraga ini terlihat sangat mirip dengan tenis lapangan. Namun, apakah keduanya sama? Jika Anda bingung memilih antara raket tenis atau raket padel, memahamiperbedaan padel dan tenis adalah langkah awal yang penting. Meskipun keduanya menggunakan bola yang serupa, teknik, alat, hingga aturan mainnya memiliki perbedaan mencolok
Berikut adalah panduan lengkap mengenai perbedaan tenis dan padel agar Anda tidak salah pilih :1. Ukuran dan Jenis Lapangan
Perbedaan yang paling terlihat ada pada lapangannya. Lapangan tenis berukuran lebih besar (23,77 x 10,97 meter) dan terbuka.
Sedangkanlapangan padel jauh lebih kecil (10 x 20 meter) dan yang unik adalah penggunaan dinding kaca atau pagar kawat di sekelilingnya. Dalam padel, Anda diperbolehkan memantulkan bola ke dinding—mirip dengan olahragasquash—yang menambah dinamika permainan.
2. Perbedaan Raket Padel dan Tenis
Banyak yang bertanya,"perbedaan raket padel dan tenis apa aja?". Ini poin krusialnya:
· Raket Tenis: Memiliki senar dengan kepala besar untuk menghasilkan tenaga pantulan maksimal.
· Raket Padel: Tidak memiliki senar, terbuat dari bahan komposit (seperti karbon) dengan lubang-lubang kecil, dan wajib memiliki tali pengaman (leash) di pergelangan tangan.
3. Tekanan Bola yang Berbeda
Secara fisik, bola keduanya tampak kembar. Namun,bola padel memiliki tekanan udara lebih rendah (sekitar11 psi) dibandingkan bola tenis (14 psi). Hal ini membuat pantulan bola padel lebih lambat, memberikan pemain waktu lebih banyak untuk bereaksi di lapangan yang sempit.
4. Servis Underhand vs Overhead
Di tenis, servis dilakukan dengan lemparan tinggi di atas kepala (overhead) yang sering kali menjadi senjata mematikan. Di padel, aturan mewajibkan servis dilakukan di bawah pinggang (underhand) setelah bola dipantulkan sekali ke lantai, menjadikannya lebih mudah dipelajari oleh pemula.
5. Dinamika Permainan: Ganda vs Tunggal
Meskipun tenis bisa dimainkan tunggal atau ganda, Padel hampir100% dimainkan secara ganda (2 vs 2). Hal ini menjadikan padel sebagaiolahraga padel yang sangat sosial dan komunikatif dibanding tenis yang sering kali terasa lebih individual dan melelahkan secara fisik.
6. Penggunaan Dinding (The Wall Play)
Dalam tenis, jika bola menyentuh pagar, poin berakhir. Namun dalam padel, dinding adalah bagian dari permainan. Selama bola sudah memantul sekali di lantai lawan, ia boleh mengenai dinding kaca dan tetap dianggap aktif. Ini memberikan dimensi strategi yang lebih kaya.
7. Tingkat Kesulitan bagi Pemula
Banyak yang menganggap olahraga padel lebih "ramah" bagi pemula. Karena lapangannya kecil dan teknik servisnya mudah, orang yang tidak memiliki latar belakang atletik pun bisa langsung menikmati permainan. Tenis membutuhkan teknik dasar yang lebih kompleks dan fisik yang lebih prima untuk meng-cover lapangan yang luas.
Jika Anda mencari olahraga yang sangat kompetitif dan mengandalkan kekuatan fisik individu,tenis adalah pilihannya. Namun, jika Anda mencari olahraga yang lebih sosial, seru dengan pantulan dinding, dan mudah dipelajari,padel adalah jawabannya.
Sudah siap mencoba? Pastikan Anda menggunakan raket padel yang tepat dan pahami aturan dasarnya agar permainan semakin seru!
Artikel Tag: padel