Kanal

Austria Rebut Emas Perdana Super Team Ski Jumping Putra di Olimpiade 2026

Penulis: Hanif Rusli
17 Feb 2026, 20:05 WIB

Duet Austrua Jan Hoerl dan Stephan Embacher tampil dominan di large hill sebelum lomba dihentikan akibat cuaca buruk dan memenangi emas Olimpiade. (Foto: AP)

Austria mencatat sejarah dengan merebut medali emas nomor super team ski jumping putra yang untuk pertama kalinya dipertandingkan di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026, Senin (16/2), di Predazzo, Italia.

Duet Jan Hoerl dan Stephan Embacher tampil dominan di large hill sebelum lomba dihentikan akibat cuaca buruk.

Format super team menggantikan nomor tim large hill sebelumnya.

Jika sebelumnya setiap negara menurunkan empat atlet dalam dua ronde, kini hanya dua atlet yang bertanding dalam tiga ronde.

Sebanyak 17 negara ambil bagian di ronde pertama, dengan 12 tim lolos ke ronde kedua dan delapan terbaik melaju ke ronde final.

Austria langsung memimpin sejak awal. Pada ronde pembuka, Hoerl dan Embacher mengumpulkan total 291,2 poin, unggul 10,3 poin atas Slovenia.

Keunggulan itu semakin melebar menjadi lebih dari 21 poin atas Polandia setelah ronde kedua.

Namun kondisi cuaca memburuk di penghujung kompetisi. Hujan salju lebat dan angin kencang memaksa panitia melakukan penundaan serta penyesuaian gate.

Saat hanya tersisa beberapa pelompat di ronde ketiga, lomba akhirnya dibatalkan demi alasan keselamatan dan keadilan. Hasil akhir pun ditentukan berdasarkan klasemen setelah ronde kedua.

Austria memastikan emas dengan total 568,7 poin. Polandia melalui pasangan Kacper Tomasiak dan Pawel Wasek meraih perak dengan 547,3 poin, sementara Norwegia yang diperkuat Kristoffer Eriksen Sundal dan Johann Andre Forfang mengamankan perunggu dengan 538,0 poin.

Bagi Embacher, yang menjalani debut Olimpiade, gelar ini terasa istimewa. “Ini pertama kalinya saya tampil di Olimpiade dan langsung menjadi juara. Rasanya luar biasa,” ujarnya.

Hoerl menambahkan bahwa medali emas ini menjadi penebusan setelah tim Austria gagal naik podium di nomor lain pada edisi kali ini.

Secara individu, pencapaian terbaik Hoerl sebelumnya adalah finis kelima di large hill, sementara Embacher dua kali finis ketujuh.

Kemenangan di super team menjadi puncak performa mereka di Milan-Cortina.

Di belakang tiga besar, persaingan ketat terjadi antara Jerman, Slovenia, dan Jepang. Beberapa pelompat masih belum melakukan lompatan terakhir ketika lomba dihentikan.

Keputusan pembatalan ronde final diambil demi menjaga kondisi yang adil, mengingat salju basah memperlambat kecepatan di lintasan awal dan arah angin berubah-ubah.

Hasil ini sekaligus melanjutkan tradisi kuat Austria di cabang lompat ski. Pada Olimpiade Beijing 2022, Austria juga meraih emas di nomor tim putra.

Kini, dengan format baru super team, Austria kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu kekuatan utama lompat ski dunia.

Artikel Tag: olimpiade, Olimpiade Musim Dingin

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru