Kanal

Nikita Tszyu Merasa “Dirampok” Secara Memalukan oleh Michael Zerafa

Penulis: Hanif Rusli
24 Jan 2026, 11:41 WIB

Nikita Tszyu (kanan) dan Michael Zerafa baru bertarung dua ronde saat laga dihentikan. (Foto: Fight TV)

Petinju Australia Nikita Tszyu meluapkan kekecewaannya usai duel kontroversial melawan Michael Zerafa yang berakhir “no contest”.

Tszyu menilai ia kehilangan kesempatan emas untuk membuktikan kualitasnya di ring, dan menyebut hasil pertandingan tersebut sebagai sesuatu yang “memalukan”.

Laga yang berlangsung di Brisbane pada Jumat (16/1) pekan lalu itu awalnya sangat dinantikan publik tinju Australia.

Namun, pertarungan harus dihentikan setelah Zerafa mengalami luka di area mata akibat benturan kepala yang dinyatakan tidak disengaja.

Wasit kemudian memutuskan pertandingan berakhir tanpa pemenang, keputusan yang memicu kemarahan kubu Tszyu.

“Ada sedikit celah untuk kabur, dan dia memanfaatkannya,” kata Nikita Tszyu kepada wartawan di Sydney.

Ia menilai Zerafa, sebagai petinju berpengalaman, sangat memahami konsekuensi dari situasi tersebut.

Menurut Nikita Tszyu, begitu peluang itu muncul, lawannya langsung memilih jalan keluar dengan menerima hasil “no contest”.

Zerafa sempat terekam kamera mengeluh tidak bisa melihat, dan kemudian mengklaim mengalami patah tulang rongga mata.

Namun Tszyu meragukan klaim tersebut. Ia menyebut bahwa jika benar terjadi patah tulang, pembengkakan seharusnya terjadi secara instan.

Bahkan, Tszyu mengaku sempat melihat Zerafa di ruang ganti dan kondisi matanya terlihat baik-baik saja.

Tszyu menyebut hasil pertandingan itu sebagai “kekecewaan besar”. Ketika ditanya apakah ia merasa dirampok, jawabannya tegas.

“Iya, dengan cara yang sangat memalukan. Begitu banyak kerja keras yang sudah saya lakukan, dan semuanya seperti diambil begitu saja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa laga tersebut merupakan peluang terbesar dalam kariernya untuk menunjukkan kemampuannya dan membuktikan diri di level atas.

Meski demikian, Nikita Tszyu menegaskan tidak ingin larut dalam kontroversi.

Fokusnya kini adalah melangkah ke depan, meningkatkan peringkat dunia, dan mengejar target utama berupa perebutan gelar juara dunia di masa depan.

“Kami tidak punya tenggat waktu pasti, tapi semua yang kami lakukan sekarang mengarah ke sana,” katanya.

Namun Tszyu sangat yakin soal satu hal: masa depan Zerafa. Menurutnya, lawannya sebaiknya mempertimbangkan pensiun.

“Dia punya karier yang hebat dan sudah melakukan banyak hal di olahraga ini. Tapi saya rasa dia sudah tidak siap secara mental,” ucap Tszyu.

Ia menutup dengan pesan keras namun bernada realistis: tinju adalah olahraga paling keras, dan selama masih sehat serta memiliki kejernihan berpikir, sebaiknya seorang petinju tahu kapan harus berhenti.

Artikel Tag: Nikita Tszyu, Michael Zerafa, Brisbane, Australia

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru