Kanal

NCAA Pertimbangkan Model Eligibility Berdasarkan Umur di Level Divisi I

Penulis: Hanif Rusli
24 Mei 2026, 20:02 WIB

Model eligibility baru itu juga akan menghapus sebagian besar dispensasi perpanjangan eligibility yang selama ini digunakan atlet untuk memperpanjang karier kampus mereka. (Foto: AP)

NCAA sedang membahas kemungkinan penerapan model eligibility berbasis usia bagi atlet Divisi I, sebuah perubahan besar yang berpotensi mengubah sistem kelayakan bermain dalam olahraga perguruan tinggi di Amerika Serikat.

Dalam pertemuan kabinet Divisi I yang berlangsung di Indianapolis, NCAA mendiskusikan implementasi aturan baru tersebut dan membuka peluang untuk melakukan pemungutan suara pada pertemuan berikutnya bulan depan.

Berdasarkan proposal yang dibahas, atlet akan memiliki jangka waktu lima tahun untuk tampil di kompetisi Divisi I sejak lulus sekolah menengah atas atau sejak ulang tahun ke-19, tergantung mana yang terjadi lebih dulu.

Model eligibility baru itu juga akan menghapus sebagian besar dispensasi perpanjangan eligibility yang selama ini digunakan atlet untuk memperpanjang karier kampus mereka.

Pengecualian hanya akan diberikan untuk kasus kehamilan, misi keagamaan, atau tugas militer aktif.

Saat ini, NCAA masih menggunakan aturan umum yang memperbolehkan atlet tampil selama empat musim kompetisi dalam periode lima tahun tanpa batasan usia tertentu.

Dalam pernyataan resminya pada Jumat waktu setempat, NCAA menjelaskan bahwa atlet yang sudah menyelesaikan tahun keempat eligibility mereka hingga musim semi 2026 tidak akan mendapatkan tambahan masa bermain jika aturan baru diberlakukan.

Sementara itu, atlet yang masih memiliki sisa eligibility setelah tahun akademik 2025-26 akan diberikan fleksibilitas untuk memilih sistem yang paling menguntungkan bagi mereka, apakah tetap menggunakan aturan lama atau mengikuti model berbasis usia.

NCAA juga menyebut Eligibility Center akan melakukan peninjauan terhadap calon atlet yang lulus sekolah menengah sebelum musim semi 2026 tetapi belum masuk perguruan tinggi.

Sedangkan seluruh prospek sekolah menengah lainnya nantinya wajib mengikuti model baru tersebut.

Wacana perubahan aturan ini muncul di tengah meningkatnya gugatan hukum terhadap NCAA terkait eligibility atlet kampus.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak atlet menggugat aturan NCAA demi memperpanjang masa bermain mereka di level perguruan tinggi.

Langkah itu dipicu peluang memperoleh pendapatan lebih besar dari sistem revenue sharing serta kesepakatan name, image, and likeness (NIL).

Perubahan lanskap olahraga kampus di Amerika Serikat memang membuat nilai ekonomi atlet semakin besar, terutama bagi pemain di cabang olahraga populer seperti sepak bola Amerika dan basket.

Model eligibility berbasis usia yang dibahas NCAA juga memiliki kemiripan dengan salah satu poin dalam perintah eksekutif yang dikeluarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 3 April lalu.

Meski belum dipastikan akan disahkan, pembahasan aturan baru ini diperkirakan akan menjadi salah satu isu utama NCAA dalam beberapa bulan mendatang karena dampaknya yang besar terhadap rekrutmen, pengembangan atlet, hingga struktur kompetisi olahraga kampus.

Jika disetujui, aturan baru tersebut dapat membatasi peluang atlet yang memilih jalur pengembangan nontradisional atau menunda masuk perguruan tinggi sebelum memulai karier di NCAA.

Artikel Tag: NCAA

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru