Kanal

Naomi Osaka Siap Berkompetisi Dengan Penuh Gaya Di Paris

Penulis: Dian Megane
24 Mei 2026, 13:54 WIB

Naomi Osaka [image: FFT]

Berita Tenis: Sebelum Naomi Osaka menaklukkan dunia tenis dan mengangkat empat gelar Grand Slam, ia bukan pesaing yang tenang dan dingin seperti yang kita kenal sekarang.

Kepribadian petenis berkebangsaan Jepang yang fokus di lapangan identik dengan tatapan tajam, tos kepalan tangan, dan menjaga ketajaman dengan gerakan-gerakan lincah. Banyak teriakan "Ayo!" membangkitkan semangat sang petenis.

Verdi dirinya saat remaja sangat berbeda.

“Jujur saja, saya memiliki sikap yang cukup buruk ketika masih muda dan ayah saya pernah menegur saya dengan tegas tentang hal itu, dan sejak saat itu, saya selalu berpikir, ‘Oh, oh, tidak’, saya wanita berusia 28 tahun.”

“Ia mengatakan kepada saya, ‘Kau mencurahkan energi ke hal-hal yang salah’. Saya tidak akan merayakan kemenangan, tetapi saya akan sangat sedih jika kalah. Mungkin saya masih melakukan itu kadang-kadang, jadi, itulah mengapa saya mencoba untuk benar-benar bersemangat dan vokal. Rayakan kemenangan anda lebih banyak dan cobalah untuk tidak merayakan kekalahan anda.”

Mantan petenis nomor 1 dunia meningkatkan persiapannya untuk French Open musim 2026 dengan melenggang ke babak 16 besar turnamen WTA level 1000 di Madrid dan Roma.

“Saya merasa musim clay-court tahun ini agak sulit untuk saya nilai,” aku Osaka. “Saya merasa bermain dengan baik di Madrid, tetapi kemudian saya bertanding melawan Aryna Sabalenka dan kalah di sana. Saya merasa saya memiliki peluang, yang merupakan pelajaran berharga.”

“Kemudian kami pergi ke Roma. Saya pikir saya bermain dengan sangat baik di dua pertandingan pertama, kemudian Iga Swiatek berkata, ‘Tidak mungkin!’ Ia menampar saya hingga jatuh. Itu agak gila.”

“Sejujurnya, itu sangat menghancurkan kepercayaan diri saya, tetapi saya hanya harus mundur, mengetahui bahwa Ia adalah petenis clay-court terbaik dan masih banyak yang harus saya pelajari. Skornya liar (6-2, 6-1), tetapi sedikit lebih ketat, ada banyak game deuce atau semacamnya.”

Sungguh luar biasa, untuk seseorang dengan kekuatan dan kesuksesan yang luar biasa, petenis peringkat 16 dunia belum pernah mencapai pekan kedua French Open di Roland Garros, Paris.

“Saya rasa banyak orang mengenal saya sebagai petenis hard-court yang sangat lihai dan saya berharap suatu saat nanti saya bisa mulai bermain dengan lebih baik di permukaan lain juga,” lanjut Osaka.

“Saya berbicara dengan pelatih saya, Tomasz Wiktorowski dan ia mengatakan sungguh gila bahwa saya baru sampai di babak ketiga Grand Slam ini. Semoga kami bisa melangkah lebih jauh musim ini.”

Setelah berpartisipasi dalam acara ‘Gael & Friends’ untuk merayakan karier Gael Monfils – yang sering dipuji petenis berkebangsaan Jepang sebagai “GOAT” (Greatest Of All Time) – saatnya untuk mempersiapkan diri menghadapi petenis peringkat 46 dunia, Laura Siegemund di babak pertama French Open.

Permainan tenisnya dan juga gaya busananya akan berbicara sendiri. Untuk penampilan selanjutnya, perhatikan desain busana yang memukau lainnya.

“Saya merasa dalam hal fesyen, saya tidak banyak bicara, jadi dengan cara itu saya bisa berbicara melalui pakaian saya. Itu berarti saya bisa berani menggunakan warna, motif, atau kain sesuka saya,” jelas Osaka.

“Saya pasti akan mengatakan bahwa saya juga melakukan sesuatu di sini. Tetapi saya pikir itulah bagian yang menyenangkan. Saya merasa kita sedikit kehilangan hal itu di tenis. Saya selalu bercerita kepada orang-orang yang tumbuh bersama saya tentang penampilan megah Serena dan Venus. Saya benar-benar bisa melihat sebuah gambar dan mungkin memberi tahu anda dari musim berapa pakaian itu berasal.”

“Saya tahu ada beberapa anak atau orang yang mirip dengan saya yang semoga merasakan hal yang sama tentang pakaian saya. Saya sedikit dramatis dalam hal selera fesyen saya.”

Artikel Tag: French Open, Naomi Osaka, Aryna Sabalenka, Iga Swiatek

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru