Sama Raih 7 Gelar MotoGP, Valentino Rossi Masih Ungguli Marc Marquez
Marc Marquez, Valentino Rossi
Berita MotoGP: Marc Marquez dan Valentino Rossi sama sama telah mengoleksi tujuh gelar juara dunia MotoGP, namun cara dari keduanya mencapai status legenda itu terbukti sangat berbeda.
Rivalitas Marc Marquez dan Valentino Rossi menjadi salah satu cerita terbesar dalam sejarah MotoGP. Hubungan yang awalnya dibangun dari rasa kagum dan mentor berubah menjadi permusuhan terbuka sejak insiden MotoGP Malaysia 2015, yang hingga kini meninggalkan jarak di antara dua ikon balap motor tersebut.
Terlepas dari konflik personal yang tak pernah benar benar mereda, pencapaian keduanya di lintasan tetap menempatkan Marquez dan Rossi di level tertinggi sejarah kelas premier. Statistik menunjukkan bahwa meski sama sama mengoleksi tujuh gelar juara dunia MotoGP, jalan yang mereka tempuh menuju pencapaian tersebut sangat kontras.
Marc Marquez meraih gelar ketujuhnya dengan total 206 balapan, lebih banyak dibandingkan Rossi yang mencapainya hanya dalam 166 start. Selisih ini dipengaruhi oleh masa sulit Marquez antara 2020 hingga 2023, saat ia harus berjuang melawan cedera serius yang sempat mengancam kariernya.
Menariknya meski memiliki jumlah start lebih banyak, Marquez mencatat 73 kemenangan, masih kalah dari Rossi yang mengoleksi 77 kemenangan. Dari sisi persentase, Rossi tampil lebih efisien dengan tingkat kemenangan 46,39 persen, sementara Marquez berada di angka 35,44 persen saat menyamai jumlah gelar sang legenda Italia.
Konsistensi menjadi ciri utama Valentino Rossi. Ia finis di posisi tiga besar pada lebih dari 76 persen balapan yang diikutinya, menunjukkan pendekatan balap yang cermat dan minim risiko. Hal ini berbeda dengan Marquez yang dikenal dengan gaya agresif dan eksplorasi batas maksimal motor, sebuah pendekatan yang menghasilkan dominasi tetapi juga risiko tinggi.
Dalam urusan kualifikasi, Marquez unggul jauh. Ia mengoleksi 74 pole position atau hampir 36 persen dari total startnya, menegaskan reputasinya sebagai salah satu pembalap tercepat dalam satu putaran sepanjang sejarah MotoGP. Rossi, yang mencatat 48 pole position, dikenal lebih mengutamakan kecepatan balap ketimbang performa satu lap.
Meski hubungan personal keduanya membeku sejak satu dekade terakhir, rasa hormat secara profesional tetap ada. Rossi pernah menyatakan keyakinannya bahwa Marquez akan kembali menjadi pembalap yang harus dikalahkan saat sang Spanyol terpuruk karena cedera. Sebaliknya, Marquez juga mengaku sulit mempercayai bahwa dirinya bisa menyamai jumlah gelar pembalap yang dulu ia idolakan.
Perbedaan gaya, era, dan pendekatan membuat perdebatan soal siapa yang terbesar sepanjang masa tak akan pernah usai. Namun satu hal pasti, MotoGP beruntung pernah dan masih menyaksikan dua legenda dengan jalan kejayaan yang begitu berbeda.
Artikel Tag: Marc Marquez, Valentino Rossi