Kanal

Rahasia Kebangkitan Marc Marquez, Ducati Manfaatkan Aturan Kontroversial

Penulis: Abdi Ardiansyah
15 Sep 2026, 22:26 WIB

Marc Marquez dan Davide Tardozzi

Berita MotoGP - Kebangkitan Marc Marquez di MotoGP 2026 ternyata tidak hanya dipengaruhi performanya yang semakin pulih. Ducati sempat mengubah prioritas pengembangan dan kembali menguji motor 1000cc setelah mendapatkan keuntungan dari perubahan aturan konsesi.

Ducati akhirnya menemukan kembali momentumnya setelah sempat kesulitan menghadapi Aprilia pada awal MotoGP 2026. Kemenangan Marc Marquez di MotoGP San Marino menjadi kemenangan kelima Ducati dalam tujuh seri terakhir.

Situasi tersebut sangat berbeda dibandingkan awal musim. Ducati tidak mampu memenangkan tujuh balapan pertama, meski tim satelit VR46 dan Gresini masing-masing sempat meraih satu kemenangan.

Michele Pirro mengungkap bahwa Ducati mengambil langkah khusus ketika menyadari mereka mulai tertinggal. Pabrikan asal Borgo Panigale itu sempat mengalihkan sebagian sumber daya dari proyek motor 850cc untuk 2027 dan kembali berkonsentrasi pada motor 1000cc yang digunakan musim ini.

Perubahan tersebut menjadi lebih mudah setelah Ducati turun ke peringkat B dalam sistem konsesi MotoGP pada Juli lalu. Status tersebut memberikan tambahan kesempatan pengujian, termasuk alokasi 20 set ban Michelin tambahan.

Pirro mengatakan Ducati kemudian memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencari kembali performa yang hilang.

"Kami menjalani beberapa pengujian yang memang harus kami lakukan. Mungkin saat itu kami tidak terlalu fokus pada motor 850cc, tetapi kembali menggunakan motor 1000cc untuk mencoba memperbaiki beberapa hal kecil yang masih kurang," ujar Pirro kepada GPOne.

Menurutnya, hasil pengujian itu membantu Ducati mendapatkan kembali arah pengembangan motor. Di saat yang sama, kondisi fisik Marquez juga semakin membaik setelah melewati berbagai masalah cedera.

"Marc kemudian kembali ke kondisi normal," kata Pirro.

Langkah Ducati tersebut terbilang menarik karena aturan konsesi sebelumnya justru dianggap sebagai cara untuk membantu pabrikan yang tertinggal mengejar kompetitor. Ducati sendiri pernah mengkritik sistem tersebut karena dinilai kurang ideal dari sisi persaingan.

Namun setelah performa mereka menurun, Ducati justru bisa memanfaatkan aturan yang sama untuk melakukan pengujian tambahan.

Hasilnya mulai terlihat jelas. Marc Marquez kini memimpin klasemen pembalap setelah menang di Misano, sementara Ducati hanya tertinggal dua poin dari Aprilia dalam klasemen konstruktor.

Artikel Tag: Marc Marquez, Ducati, MotoGP 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru