Kanal

MotoGP Pertimbangkan Penerapan Jendela Transfer Pembalap

Penulis: Gasti Lailasari
10 Agu 2026, 21:09 WIB

MotoGP Pertimbangkan Penerapan Jendela Transfer Pembalap - sumber: (motorsport)

Berita MotoGP kali ini berfokus pada inisiatif baru yang sedang dipertimbangkan oleh para pemangku kepentingan utama dalam ajang MotoGP. Mereka tengah mengkaji penerapan jendela waktu khusus yang akan menentukan periode di mana tim diperbolehkan untuk merekrut pembalap. Dalam pertemuan Dewan Manajemen IRTA yang baru saja dibentuk, yang berlangsung di paddock Silverstone pada Jumat pagi, hadir pula direktur olahraga MotoGP, Carlos Ezpeleta.

Pertemuan tersebut berlangsung selama hampir tiga jam dan membahas berbagai isu, salah satunya adalah usulan pengenalan jendela transfer pembalap. Langkah ini dimaksudkan untuk menetapkan periode spesifik di mana tim dapat menyelesaikan perekrutan pembalap, dengan kesepakatan yang dibuat di luar jendela tersebut dianggap tidak sah. Gagasan ini muncul untuk mencegah terulangnya situasi yang terjadi di paruh pertama musim ini, di mana pasar pembalap menjadi aktif lebih awal dari biasanya, mengalihkan perhatian dari sisi olahraga dan aksi di lintasan.

Di awal tahun, tepatnya pada akhir Januari, Motorsport.com melaporkan bahwa Fabio Quartararo telah sepakat untuk bergabung dengan Honda, sementara Jorge Martin akan menggantikan posisinya di Yamaha. Tak lama kemudian, kesepakatan Pedro Acosta dengan Ducati juga diketahui, di mana pembalap asal Spanyol itu akan berbagi garasi pabrik dengan Marc Marquez.

Keinginan untuk mengamankan kursi untuk musim 2027 menyebabkan sekitar 80% dari tempat yang tersedia sudah ditetapkan sebelum jeda musim panas, yang biasanya merupakan titik di mana sebagian besar pergerakan selesai. Meskipun ini bukan masalah besar, bagi banyak pihak hal ini mengurangi esensi dari kejuaraan yang seharusnya berfokus pada apa yang terjadi di lintasan.

Semua pihak yang terlibat sedang mempelajari formula untuk mencoba menerapkan model yang sudah digunakan dalam olahraga lain, seperti sepak bola. Namun, masalah ini cukup kompleks karena harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan skenario, seperti promosi dari kategori yang lebih rendah. Oleh karena itu, pendekatan logisnya adalah merancang kerangka kerja yang juga bisa diterapkan pada kasus-kasus tersebut, dengan beberapa pengecualian.

Motorsport.com memahami bahwa berdasarkan pertemuan yang diadakan di Silverstone, ada perbedaan pendapat antara mereka yang menganggap ide ini layak dan positif, seperti Yamaha, dan mereka yang lebih ragu dan menganggapnya sebagai tujuan yang sangat sulit dicapai, seperti Ducati.

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru