Kanal

Meski Pernah Jadi Murid Rossi, Francesco Bagnaia Tetap Akur dengan Marquez

Penulis: Abdi Ardiansyah
05 Jul 2026, 15:30 WIB

Marc Marquez dan Francesco Bagnaia

Berita MotoGP - Francesco Bagnaia mengungkap alasan tetap menjalin hubungan baik dengan Marc Marquez meski sang rekan setim memiliki rivalitas panjang dengan Valentino Rossi. Juara dunia MotoGP dua kali itu menegaskan dirinya tidak pernah ikut terlibat dalam konflik yang mewarnai sejarah MotoGP tersebut.

Francesco Bagnaia akhirnya angkat bicara mengenai hubungannya dengan Marc Marquez sejak keduanya menjadi rekan setim di Ducati Lenovo Team pada musim 2025. Meski dibesarkan di Akademi VR46 milik Valentino Rossi, Bagnaia mengaku tidak pernah membawa rivalitas sang mentor ke dalam hubungan profesionalnya dengan Marquez.

Bagnaia merupakan salah satu lulusan paling sukses dari VR46 Riders Academy. Pembalap asal Italia itu bergabung dengan akademi pada 2014, setahun sebelum perseteruan panas antara Rossi dan Marquez mencapai puncaknya pada MotoGP Malaysia 2015.

Insiden di Sepang menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah MotoGP. Sejak saat itu, hubungan Rossi dan Marquez memburuk dan keduanya nyaris tidak pernah lagi terlihat akrab di luar lintasan.

Meski demikian, Bagnaia memilih memisahkan persoalan tersebut dari kariernya sebagai pembalap Ducati.

"Setelah apa yang terjadi dalam karier Marc dan karena saya tumbuh di akademi Valentino, memang banyak orang memiliki pendapat mengenai hubungan kami di dalam garasi. Tetapi seperti yang sudah sering saya katakan, itu bukan perang saya," ujar Bagnaia.

Bagnaia mengaku langsung membuka diri ketika Marquez bergabung dengan tim pabrikan Ducati. Menurutnya, hubungan keduanya berkembang dengan sangat baik sejak sesi tes pertama.

"Saya benar-benar terbuka untuk mengenal Marc lebih dekat. Sejak tes pertama kami langsung memiliki hubungan yang sangat baik."

Juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 itu mengatakan dirinya dan Marquez banyak bekerja sama selama berada di Ducati. Keduanya rutin bertukar data, berdiskusi mengenai pengembangan motor, hingga saling membantu ketika menghadapi kendala di lintasan.

"Kami banyak bekerja bersama dan menganalisis berbagai hal. Saya mencoba membantu Marc ketika dia membutuhkan, meski sebenarnya dia sangat jarang membutuhkan bantuan. Sebaliknya, ketika saya mengalami kesulitan, dia selalu berusaha membantu dengan cara yang sangat positif."

Bagnaia juga memuji kecerdasan Marquez sebagai pembalap. Menurutnya, pengalaman panjang yang dimiliki juara dunia delapan kali tersebut membuat proses kerja sama berjalan lebih efektif.

Sebelumnya, Marquez juga memberikan penilaian positif terhadap Bagnaia. Pembalap asal Spanyol itu menyebut rekan setimnya sebagai sosok yang ramah dan selalu jujur, dua kualitas yang dinilai sangat penting dalam membangun hubungan di dalam tim.

Hubungan harmonis keduanya menjadi salah satu faktor penting di balik perkembangan Ducati dalam beberapa musim terakhir. Meski akan berpisah pada akhir musim MotoGP 2026 setelah Francesco Bagnaia dipastikan meninggalkan tim, keduanya menunjukkan bahwa rivalitas di lintasan tidak selalu menghalangi terciptanya kerja sama profesional di dalam garasi.

Artikel Tag: Francesco Bagnaia, MotoGP 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru