Luca Marini Kritik Jadwal MotoGP 2026, Tak Ada Waktu Pemulihan Fisik
Luca Marini keluhkan jadwal libur akhir musim MotoGP 2026 yang terlalu singkat.
Berita MotoGP - Luca Marini menilai kalender MotoGP 2026 tidak memberi cukup waktu bagi pembalap untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi musim berikutnya. Ia justru mengusulkan jadwal balapan dibuat lebih berdekatan agar jeda musim dingin bisa diperpanjang.
Kalender MotoGP terus berkembang dengan jumlah balapan yang semakin banyak. Namun situasi tersebut mulai mendapat sorotan dari para pembalap, salah satunya Luca Marini.
Pembalap tim pabrikan Honda itu menilai persoalan utama bukan sekadar jumlah seri dalam satu musim, melainkan cara penyusunan jadwal balapan di kalender.
MotoGP 2026 dijadwalkan berlangsung hingga akhir November. Setelah musim berakhir di Valencia, para pembalap hanya memiliki waktu singkat sebelum kembali menjalani rangkaian persiapan untuk musim 2027.
Bagi Marini, pola tersebut membuat pembalap kesulitan mendapatkan waktu yang cukup untuk benar-benar memulihkan kondisi fisik sekaligus melakukan persiapan secara spesifik.
"Menurut saya, jadwal sepanjang tahun ini tidak ideal. Saya pikir seharusnya balapan dijadwalkan lebih berdekatan dan sebagai gantinya kami bisa mendapatkan jeda musim dingin yang lebih panjang," ujar Marini kepada Speedweek.
Marini mengaku sebenarnya tidak keberatan menghabiskan lebih banyak waktu di paddock selama musim kompetisi. Namun ia merasa jeda panjang pada musim dingin justru lebih dibutuhkan para pembalap.
"Di satu sisi, saya menikmati waktu di paddock. Selama musim balapan, semuanya sempurna karena kami selalu berada di sana. Saya ingin menghabiskan lebih banyak waktu di sini jika itu berarti kami mendapatkan jeda yang benar-benar panjang pada musim dingin," katanya.
Menurut Marini, kalender saat ini membuat pembalap hampir tidak memiliki kesempatan untuk berhenti sejenak. Kondisi tersebut juga menyulitkan mereka menjalani program pemulihan maupun peningkatan fisik secara khusus.
"Saat ini kami sama sekali tidak punya waktu. Baik untuk benar-benar memulihkan diri maupun, yang lebih penting, mempersiapkan diri secara khusus untuk musim berikutnya. Tidak ada waktu untuk terus berkembang," ujar Marini.
Pembalap asal Italia itu juga menyoroti kebutuhan untuk menangani cedera lama yang mungkin masih dirasakan setelah menjalani musim panjang.
Marini menilai peningkatan kondisi fisik dari satu musim ke musim berikutnya membutuhkan program fisioterapi khusus yang tidak mudah dilakukan di tengah padatnya kalender MotoGP.
Di sisi lain, memadatkan seluruh balapan juga bukan perkara sederhana bagi penyelenggara. Faktor perjalanan antarnegara, pemulihan pembalap, serta kebutuhan menyediakan waktu bagi pembalap pengganti ketika terjadi cedera menjadi tantangan tersendiri.
Karena itu, usulan Luca Marini lebih menekankan perubahan distribusi kalender, bukan sekadar mengurangi jumlah balapan. Menurutnya, jeda musim dingin yang lebih panjang dapat memberikan kesempatan bagi pembalap untuk memulihkan tubuh sekaligus mempersiapkan diri dengan lebih optimal.
Artikel Tag: Luca Marini, MotoGP 2026