Kanal

Francesco Bagnaia Rela Tolak Gaji Besar Dari Tim Jepang Demi Gabung Aprilia

Penulis: Abdi Ardiansyah
26 Jun 2026, 04:22 WIB

Francesco Bagnaia

Berita MotoGP - Francesco Bagnaia resmi bergabung dengan Aprilia mulai MotoGP 2027. Menurut CEO Aprilia, Massimo Rivola, keputusan itu bukan didasari faktor finansial, melainkan tekad sang juara dunia untuk membuktikan dirinya setelah tersingkir dari Ducati.

Aprilia akhirnya mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depan Francesco Bagnaia dengan mengumumkan kontrak berdurasi empat musim yang akan dimulai pada MotoGP 2027. Juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 itu akan meninggalkan Ducati setelah kontraknya berakhir pada penghujung musim 2026 dan berduet dengan Marco Bezzecchi di tim pabrikan asal Noale.

Keputusan Bagnaia bergabung dengan Aprilia mendapat sambutan hangat dari CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola. Ia meyakini pembalap asal Italia tersebut memilih proyek Aprilia bukan karena nilai kontrak, melainkan karena tantangan baru yang ingin dijalaninya.

Rivola bahkan mengklaim Bagnaia menolak tawaran dengan nilai gaji lebih besar dari pabrikan Jepang demi menerima pinangan Aprilia. Meski tidak menyebut nama secara langsung, Yamaha dan Honda sebelumnya memang dikabarkan menjadi dua tim yang serius memburu tanda tangan Bagnaia.

"Menurut saya, Pecco mengambil keputusan yang berani. Selain faktor hubungan dengan VR46, saya melihat ada keinginan besar dalam dirinya untuk bangkit dan membuktikan kemampuan," kata Rivola kepada Motorsport.

Ia menilai Bagnaia memiliki motivasi tinggi setelah Ducati memilih Pedro Acosta sebagai penggantinya, meski pembalap berusia 29 tahun itu telah mempersembahkan dua gelar dunia bagi tim Borgo Panigale.

"Saya yakin dia memilih Aprilia karena percaya masih bisa mengalahkan mereka yang lebih memilih pembalap lain, padahal dialah yang membawa Ducati meraih gelar juara dunia. Bahkan, dia juga menolak tawaran bergaji lebih tinggi dari tim-tim Jepang," ujar Rivola.

Bagnaia sendiri bukan nama baru di Ducati. Ia memulai karier MotoGP bersama Pramac Racing pada 2019 sebelum dipromosikan ke tim pabrikan pada 2021. Bersama Ducati, ia sukses merebut dua gelar dunia secara beruntun pada musim 2022 dan 2023, sekaligus menjadi salah satu pembalap tersukses dalam sejarah modern tim asal Italia tersebut.

Namun performa yang menurun sepanjang musim 2025 membuat Ducati mengambil keputusan besar dengan merekrut Pedro Acosta untuk era regulasi baru MotoGP mulai 2027. Di sisi lain, Aprilia melihat kesempatan emas untuk mendapatkan salah satu pembalap paling berpengalaman di grid.

Duet Francesco Bagnaia dan Marco Bezzecchi kini menjadi proyek jangka panjang Aprilia dalam menghadapi era mesin 850 cc yang mulai diberlakukan pada 2027. Dengan kontrak hingga 2030, Aprilia berharap pengalaman Bagnaia mampu mempercepat pengembangan motor sekaligus membawa mereka bersaing secara konsisten dalam perebutan gelar juara dunia.

Artikel Tag: Ducati, aprilia, Francesco Bagnaia, Massimo Rivola

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru