Kanal

Mentalitas Francesco Bagnaia Dikritik Usai Pasrah Kalah Lawan Marquez

Penulis: Abdi Ardiansyah
26 Jun 2026, 05:10 WIB

Francesco Bagnaia dan Marc Marquez

Berita MotoGP - Mantan pembalap sekaligus pengamat MotoGP, Neil Hodgson menilai perbedaan terbesar antara Marc Marquez dan Francesco Bagnaia di MotoGP Ceko 2026 bukan terletak pada motor atau ban, melainkan pada cara mereka menghadapi kesulitan saat balapan. Menurutnya, komentar Bagnaia setelah finis justru memperlihatkan mentalitas yang berbeda dibandingkan rekan setimnya .

Penampilan Marc Marquez pada MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno kembali menuai pujian. Pebalap Ducati Lenovo itu sukses meraih kemenangan meski harus menghadapi kendala tekanan ban depan yang meningkat sepanjang balapan, kondisi yang biasanya membuat motor lebih sulit dikendalikan.

Sementara itu, Francesco Bagnaia harus puas finis di posisi ketiga. Hasil tersebut menjadi podium ketiga beruntun bagi juara dunia dua kali itu, tetapi ia kembali gagal menandingi performa Marquez yang tampil lebih agresif hingga lap terakhir.

Mantan pebalap sekaligus pengamat MotoGP, Neil Hodgson, menilai kemenangan Marquez menunjukkan kualitas yang membedakannya dari pebalap lain di grid saat ini. Dalam podcast Gas It Out, Hodgson menyoroti komentar Francesco Bagnaia seusai balapan yang menyebut dirinya tidak mampu berbuat banyak ketika disalip rekan setimnya.

"Marc mengikuti Bagnaia dengan motor dan ban yang sama. Tekanan ban depannya tentu meningkat dan membuat motor jauh lebih sulit dikendalikan. Dalam kondisi seperti itu, banyak pebalap memilih bermain aman dan puas finis kedua atau ketiga. Tetapi Marc tidak melakukannya," ujar Hodgson.

Menurut Hodgson, pernyataan Bagnaia bahwa dirinya "tidak bisa berbuat apa-apa" terdengar seperti sebuah alasan atas kekalahannya.

"Begitu Marc berhasil menyalip, Bagnaia mengatakan tidak ada yang bisa ia lakukan. Itu terdengar seperti alasan. Padahal Marc sudah merasakan kesulitan yang sama selama belasan lap ketika berada di belakangnya," katanya.

Hodgson menjelaskan bahwa tekanan ban depan yang terlalu tinggi memang membuat area kontak ban dengan aspal mengecil sehingga grip berkurang dan rasa percaya diri pebalap ikut menurun. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam balapan MotoGP modern, terutama ketika pebalap terlalu lama mengikuti motor di depannya.

Meski demikian, ia menilai Marquez mampu mengatasi keterbatasan tersebut berkat kemampuan alami dan mental bertarung yang luar biasa.

"Itulah yang membuat Marc berbeda. Bukan hanya soal bakat, tetapi juga keberanian dan rasa lapar untuk menang. Dalam situasi yang sangat sulit, dia tetap memaksa diri menyerang dan akhirnya berhasil memenangkan balapan," tutur Hodgson.

Kemenangan di Brno juga memperkecil jarak Marquez di klasemen sementara MotoGP 2026. Dengan persaingan gelar yang semakin ketat menjelang MotoGP Belanda di Assen, performa Marquez kembali menegaskan bahwa dirinya masih menjadi ancaman utama dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.

Artikel Tag: Marc Marquez, Ducati, MotoGP Ceko, Francesco Bagnaia

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru