Casey Stoner Kecewa Tak Dibayar Ducati Sepeser Pun Usai Bantu Bagnaia
Casey Stoner dan Francesco Bagnaia
Berita MotoGP - Casey Stoner mengungkap fakta mengejutkan soal keterlibatannya membantu Francesco Bagnaia pada MotoGP musim lalu. Meski kontribusinya diakui berdampak positif, legenda MotoGP itu mengaku tidak mendapat bayaran sepeser pun dari Ducati.
Legenda MotoGP Casey Stoner mengaku kecewa setelah Ducati tidak memberikan kompensasi atas bantuan yang ia berikan kepada Francesco Bagnaia pada musim 2025. Pengakuan tersebut disampaikan juara dunia MotoGP dua kali itu saat menghadiri Goodwood Festival of Speed 2026.
Stoner sempat kembali ke garasi Ducati pada Grand Prix San Marino musim lalu untuk membantu Bagnaia yang saat itu kesulitan menemukan performa terbaiknya. Kehadirannya disebut langsung memberikan dampak positif setelah mampu mengidentifikasi masalah yang sebelumnya tidak disadari tim teknis Ducati.
Bagnaia bahkan mengakui masukan dari Stoner sangat berharga. Pebalap Italia itu mengatakan legenda asal Australia tersebut langsung menemukan penyebab utama masalah motornya dan membantu memperbaiki performanya. Dua seri setelah pertemuan itu, Bagnaia tampil dominan di MotoGP Jepang dengan menyapu bersih kemenangan sprint race dan balapan utama.
Meski demikian, Stoner mengungkapkan bahwa seluruh bantuan tersebut ia berikan tanpa menerima imbalan dari Ducati.
"Saya memang merindukan paddock MotoGP, tetapi saya terlalu banyak mencurahkan diri dan sering kali tidak mendapatkan respons seperti yang saya harapkan," kata Stoner.
Ia mengaku merasa terhormat karena Bagnaia secara terbuka mengucapkan terima kasih atas bantuannya. Namun, pengalaman tersebut membuatnya enggan kembali memberikan masukan secara cuma cuma.
"Bagi saya, mendengar Pecco mengucapkan terima kasih adalah sebuah kehormatan. Saya membantu hanya karena ingin membantunya. Tetapi ke depannya saya tidak akan melakukan hal seperti itu secara gratis lagi. Saya tidak akan memberikan pengetahuan saya tanpa imbalan," ujarnya.
Stoner juga menyinggung pengalaman serupa yang pernah dialaminya pada masa lalu. Menurutnya, banyak pihak hanya memanfaatkan keahliannya sebelum akhirnya mengabaikan perannya setelah tujuan mereka tercapai.
"Sayangnya saya sudah terlalu sering mengalami hal seperti itu. Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka akan meninggalkan Anda begitu saja. Saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Saya tidak akan membantu tanpa alasan dan tanpa bayaran," tegasnya.
Pernyataan tersebut memunculkan dugaan adanya hubungan yang kurang harmonis antara Stoner dan Ducati. Sebelumnya, ia juga pernah mengingatkan Bagnaia bahwa Ducati tidak segan mengganti pebalap yang mengalami penurunan performa, sebuah peringatan yang kembali menjadi sorotan setelah pabrikan Italia itu merekrut Pedro Acosta untuk musim 2027.
Meski demikian, nama Casey Stoner tetap memiliki tempat istimewa dalam sejarah Ducati. Ia adalah pebalap pertama yang mempersembahkan gelar juara dunia MotoGP bagi pabrikan Borgo Panigale pada musim 2007.
Artikel Tag: Casey Stoner, Francesco Bagnaia, MotoGP 2026